Bang Yos, Gimana Kalau Rusun Bebas Angsuran dan Uang Muka?

Bang Yos, Gimana Kalau Rusun Bebas Angsuran dan Uang Muka?

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 14:02 WIB
Jakarta - Usulan warga korban kebakaran di Kebon Melati ini mengundang tawa geli. Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pun membalas kenapa tidak. Tapi apa iya bisa sih?Pemprov DKI Jakarta berencana membangun rumah susun (rusun) untuk warga korban kebakaran di Kebon Melati. Namun warga tampak enggan pindah ke rusun. Mereka mengkhawatirkan biaya pembelian dan juga pencarian kerja.Hal itu terungkap dalam dialog antara Sutiyoso dengan sekitar 50 warga korban kebakaran Kebon Melati di Posko Induk Kebakaran jalan Jati Bunder Dalam kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, persis di pinggir rel kereta api.Berikut dialognya:Sutiyoso: Kita lagi punya program membangun rumah susun. Kalau bapak-bapak sepakat, kita prioritaskan. Saya tidak memaksa apapun. Paling tidak, kapan bisa ke Cengkareng melihat rumah susun di sana. Tanya penghuni di sana. Saya bicara tidak ada janji-janji muluk yang sebenarnya tidak bisa dilakukan. Saya tidak berani seperti itu.Warga (bersahut-sahutan): Nggak setuju Pak. Kita semua masyarakat di sini. Mahal Pak. Nggak mampu.Sutiyoso: Semuanya kan dilihat dulu. Dulu sebelum ke rumah susun Cengkareng, warga itu persis kayak begini. Jangan buru-buru memutuskan lah. Lihat dulu.Warga: Kita dibayang-bayangi soal usaha. Susah nanti cari pekerjaan.Sutiyoso: Bayarnya itu murah sekali, dicicil. Kita hitung sesuai kemampuan masing-masing. Sampai pekerjaan pun juga kita carikan.Warga: Seperti di Pejompongan Pak, banyak orang nggak berhak yang nempatin.Sutiyoso: Nanti kan pakai perjanjian. Kita sudah tahu dasar orang di sini. Kalau ada penyelewenangan, tinggal bilang saja, tak tempelengi anak buah saya.Warga: Gimana kalau rumah susunnya bebas angsuran dan uang muka. (Warga dan para hadirin pun tertawa).Sutiyoso: Pertanyaan bagus. Kalau itu bisa saya lakukan, kenapa tidak? Kan itu jawabannya.Mendengar itu, warga bertepuk tangan dan meneriakkan yel-yel, "Hidup Bang Yos". Saat meninggalkan lokasi, beberapa ibu-ibu menciumi Sutiyoso. Hal serupa sebelumnya terjadi saat Sutiyoso tiba di lokasi.Kepada wartawan sebelum meninggalkan lokasi, Sutiyoso kembali menekankan pentingnya para korban kebakaran untuk melihat keadaan warga yang menempati rusun Cengkareng."Mereka perlu mendapat referensi langsung. Bisa melihat ke Cengkareng sebagai prototipe dan contoh. Pulang dari sana, terserah mereka, berembug dan langsung disampaikan kepada saya," katanya."Kalau mereka mau, kita berikan rumah susun di luar dari tanah ini. Andaikata mereka nekat mendirikan rumah di sini, kan tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Suatu saat akan bermasalah dengan PJKA," demikian Sutiyoso. (sss/)


Berita Terkait