Ada sejumlah penyebab mengapa angka kematian lebih tinggi dibanding tahun lalu. Antara lain, jumlah jamaah tahun ini lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kedua, jamaah uzur yang masuk kategori risiko tinggi (risti) juga lebih banyak. Tahun depan, jamaah lansia akan lebih banyak lagi karena pemerintah memprioritaskan memberangkatkan mereka.
Menurut distribusi umur, mayoritas jamaah wafat di usia lebih 65 tahun yaitu 55,9 persen (264 orang), diikuti umur 60-65 sebanyak 82 orang dan umur 50-59 sebanyak 103 orang. Sebanyak 65 persen merupakan laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat Kesehatan Haji juga mencatat, pada tahun lalu, jumlah jamaah wafat di Arab Saudi dan embarkasi/debarkasi (Indonesia) mencapai 451 orang. Dengan rincian jumlah jamaah wafat di embarkasi 10 orang, Arab Saudi sebanyak 427 orang dan debarkasi 14 orang. Sedangkan tahun ini, catatan Siskohat menunjukkan, jamaah yang wafat di Saudi 476 orang ditambah di pesawat/embarkasi/debarkasi 22 orang.
Saat ini, jamaah terkosentrasi di Madinah untuk salat arbain. Sedangkan Makkah telah bersih dari jamaah. Ada juga yang di Jeddah untuk menunggu jadwal pesawat terbang.
Sementara, jamaah yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia Madinah 33 orang, sedang di RS Arab Saudi 20 orang.
(nrl/lrn)











































