Kasus Immi, Don Bosco Bantah Berlaku Diskriminatif

Kasus Immi, Don Bosco Bantah Berlaku Diskriminatif

- detikNews
Jumat, 02 Des 2011 14:32 WIB
Kasus Immi, Don Bosco Bantah Berlaku Diskriminatif
Jakarta - Kepala Bidang Pendidikan Don Bosco, Paul Yoso, akhirnya angkat bicara seputar Immi yang ditolak masuk SD Don Bosco Kelapa Gading. Ia membantah berlaku diskriminatif.

"Tidak diskriminatif, itu salah. Kenapa diskriminatif itu selalu terkesan negatif. Padahal, diskriminatif itu tidak selalu negatif. Hanya perlakukan khusus, apakah itu termasuk diskriminatif?" kata Kepala Bidang Pendidikan Don Bosco, Paul Yoso di Don Bosco 2, Pulo Mas, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2011).

Ia mengatakan ada orang tua murid yang tidak setuju Immi bersekolah di Don Bosco karena orang tuanya mengidap HIV.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi memang ada komentar dari orang tua murid yang tidak setuju karena orang tuanya HIV, masa anaknya boleh sekolah di situ. Tetapi, itu salah pengertian semuanya," ujar Paul.

Menurut dia, Don Bosco hanya meminta surat kesehatan yang menerangkan bahwa Immi tidak mengidap HIV.

"Kelihatannya dari pihak orang tuanya agak keberatan. Mereka merasa terhina. Kenapa seperti itu, kenapa kepada yang lain tidak diminta seperti itu?" kata Paul menirukan ucapan orang tua Immi.

"Saya katakan kalau seorang yang mengidap penyakit lain pun, saya akan minta surat kesehatannya. Sekarang ayahnya datang sendiri dan katakan kena HIV. Lalu, kita bilang, kita tidak problem dengan anaknya asal anaknya juga tidak mengidap HIV, apa itu salah," papar Paul.

Paul menegaskan dirinya meminta surat tersebut untuk mempertahankan Immi bersekolah di Don Bosco.

"Kalau ada orang tua murid lainnya yang keberatan, saya bisa katakan, orang anaknya tidak kenapa-kenapa kok kamu keberatan," kata Paul.

Alasannya apa orang tua Immi tidak mau menyerahkan surat bebas HIV atas nama Immi? "Ya kita tidak tahu. Tetapi, dia tanya kenapa nggak semua orang diminta," jawab Paul.

Ketika ditanya dari mana orang tua murid tahu ayah Immi mengidap HIV, Paul menjawab orang tua murid lain tahu karena melihat kejadian saat itu.

"Karena waktu itu, dia marah di depan mereka. Saat itu, ada beberapa orang tua murid lainnya karena memang lagi penerimaan. Jadi nggak benar semua, hanya beberapa," terang Paul.


(aan/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads