Akbar: Kecil, Tanda-Tanda Wiranto Lolos Putaran II

Akbar: Kecil, Tanda-Tanda Wiranto Lolos Putaran II

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 13:41 WIB
Jakarta - Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung mengatakan kecil kemungkinan Capres Golkar Wiranto lolos ke pilpres putaran kedua. Meski demikian, koalisi belum diputuskan. "Sekarang ini tanda-tandanya kecil. Tetapi saya harus tetap mengikuti perhitungan suara sampai selesai, paling tidak mendekati selesai. Setelah itu baru menentukan langkah-langkah. Pertimbangan kami, bagaimana yang terbaik bagi pembangunan pemerintahan yang akan datang dan juga bagaimana yang terbaik bagi perkembangan Partai Golkar ke depan. Dua pertimbangan itulah yang menjadi prioritas kami,".Demikian disampaikan Akbar Tandjung di sela-sela pelantikan Ketua Muda MA di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (19/7/2004).Bagaimana perasaan anda jika kalah?"Ya tentu kecewa, karena kita sudah berusaha secara maksimal," ujarnyaAkbar membantah perpecahan dalam tubuh Golkar."Kami belum memutuskan koalisi karena perhitungan belum selesai. Tetapi pada saatnya, kami akan mengumpulkan seluruh DPD Partai Golkar untuk menentukan sikap secara bersama kemana Partai Golkar akan berada," kata Akbar.Akbar mengharapkan kabinat ke depan adalah kabinet kuat, menciptakan pemerintahan efektif dan didukung oleh orang yang memiliki kompetensi dan mempunyai timwork yang kuat.Lebih lanjut, kata Akbar, jatah jumlah kursi di kabinet juga belum dibicarakan."Ya itu mungkin menjadi pertimbangan koalisi. Kami sebagai partai tentu punya kepentingan dalam pemerintahan yang akan datang," imbuhnya.Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR Taufiq Kiemas yang juga suami Presiden Megawati mengatakan dirinya tidak dilibatkan dalam pembicaraan masalah koalisi PDIP."Soal koalisi PDIP dengan Golkar nggak diajak ngobrol," kata Taufiq.Tetapi kan sudah akrab dengan Akbar?"Kalau akrab sudah dari kecil chemistry sama, platform sama dan kedepan juga sama juga," ujarnya."Saya tidak ikut campur soal jatah kursi. Tetapi itu kan akan dibicarakan banyak orang, karena pemerintah ini sejak awal gotong-royong dan tidak mungkin sendirian," demikian Taufiq. (aan/)


Berita Terkait