Rawan Curanmor, Perumahan di Cempaka Putih Terapkan Gerbang 1 Pintu

Rawan Curanmor, Perumahan di Cempaka Putih Terapkan Gerbang 1 Pintu

- detikNews
Jumat, 02 Des 2011 10:42 WIB
 Rawan Curanmor, Perumahan di Cempaka Putih Terapkan Gerbang 1 Pintu
Jakarta - Angka kejahatan pencurian kendaraan bermotor di Kelurahan Cempaka Putih menduduki peringkat tinggi. Guna mencegah kejahatan tersebut, Polsek Cempaka Putih menerapkan sistem gerbang satu pintu (one gate system).

Kapolsek Cempaka Putih Komisaris Adhie Santika mengatakan, seiring dengan berkembangnya teknologi dan transportasi yang ada, berkembang pula modus kejahatan.

"Oleh karena itu kita berupaya maksimalkan pengamanan melalui sistem satu pintu (one gate system) yang sedikit banyak akan mengubah pola transportasi dan pengaruh terhadap kejahatan yang ada," jelas Adhie.

Hal itu diungkapkan Adhie saat peresmian one gate system di RW 008 Kelurahan Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2011).

Selama Januari-November 2011 saja, angka kejahatan curanmor di wilayah Cempaka Putih mencapai 269 kasus. Sedangkan khusus di wilayah Cempaka Putih Timur, curanmor mencapai 41 kasus.

"Kejahatan lainnya ada, tetapi yang paling meresahkan itu curanmor," katanya.

Adhie mengakui, kurangnya SDM polisi di Polsek Cempaka Putih tidak mampu mengcover semua kelurahan yang ada di Cempaka Putih. Dari 77 ribu warga yang tercatat di 30 RW di Kecamatan Cempaka Putih, harus dijaga oleh 87 personel Polsek Cempaka Putih.

"Jadi 1 polisi harus jaga 80 warga. Dengan jumlah yang jauh dari ideal, ini merupakan cara bagaimana memaksimalkan pengamaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Adhie mengungkapkan, one gate system di RW 008 ini merupakan pilot project. Ke depan, pihaknya akan menerapkan sistem serupa di 2 kelurahan lainnya yakni Cempaka Putih Barat dan Rawasari.

Adhie melanjutkan, one gate system ini diterapkan dengan pengaturan buka-tutup, tutup 24 jam total dan buka 24 jam total. Adapun, sistem buka-tutup dengan rambu forbidden yang dapat diakses pada pukul 21.00-06.00 WIB.

"Ini hanya untuk pintu keluar," katanya.

Bila masyarakat yang hendak keluar rumah pukul 07.00-22.00 WIB, maka dapat menggunakan akses pintu yang dibuka yakni pintu yang dibuka selama 24 jam.

"Kalau yang pintu 24 jam ditutup total, itu tidak diakses," katanya.

Pintu gerbang tersebut didesain sedemikian rupa agar tahan dari benturan kendaraan yang mencoba menerobos masuk. "Materialnya dari besi," katanya.

Gerbang tersebut berupa pagar besi setinggi kurang lebih 1,5 meter. Selain disediakan pintu untuk kendaraan, juga terdapat pintu khusus untuk pejalan kaki.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Jakarta Pusat AKBP Sucipto mengatakan, guna meningkatkan keamanan di wilayah Cempaka Putih, pihaknya akan terus memberdayakan siskamling.

"Kita juga punya Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) binaan Polri, bersama dengan komponen yang lain," kata Sucipto.

Sementara Wakil Walikota Jakarta Pusat, Fatahilah mengapresiasi penerapan one gate system tersebut. Peneraman sistem tersebut dilatarbelakangi kondisi Cempaka Putih yang kurang aman.

"Mungkin metode inilah yang dapat mengurangi kondisi gangguan kamtibmas. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan ini mulai dapat dirasakan masyarakat," kata Fatahilah.

Fatahilah juga mengimbau agar masyarakat Kelurahan Cempaka Putih Timur menggencarkan kembali kegiatan ronda.

"Mari bersama-sama jaga kampung kita. Ibu-ibu, silakan ridoin suaminya untuk siskamling ya," tutup Fatahilah.

(mei/lrn)


Berita Terkait