Desakan ini disampaikan Ketua KAMMI Aceh Muhammad Muaz Munauwar yang menghubungi detikcom, Kamis (1/12/2011).
"KAMMI mendesak pihak kepolisian segera melakukan penyelesaian kasus teror bom ini, untuk memberi rasa aman pada masyarakat, khususnya Banda Aceh," kata Muaz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyesalkan pernyataan Kapolda Aceh yang menyebutkan kasus bom ini merupakan keriminal murni. Menurutnya, kasus ini jelas ekses dari situasi politik Aceh yang sedang memanas.
Itulah sebabnya, kepolisian harus menghentikan segera tindakan teror ini, karena jika berlarut-larut akan mengakibat terganggunya perdamaian Aceh.
Seperti diberitakan sebelumnya, granat kembali menyalak di Banda Aceh, Kamis (1/12) sekitar pukul 20.00 WIB. Kali ini sasaranya adalah Wisma Lampriet, Jalan T. Nyak Arief, Banda Aceh. Granat yang dilempar orang tak dikenal itu
Dua hari sebelumnya, ledakan serupa juga terjadi di kantor (Seuramo) Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur/wakil gubernur Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan. Tapi tak ada korban jiwa.
Adapun letupan granat Wisma Lamprit yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Seuramo Irwandi-Muhyan, itu diketahui menelan tiga korban, masing-masing, Ina (23) warga Prada Banda Aceh terkena di betis kiri, Lia (22) juga warga Prada, dan Ardeman (20) warga Lamgugop, Banda Aceh. Akibat ledakan itu, lalulintas sempat macet. Tim Gegana dari Polda Aceh saat ini sedang menyisir lokasi untuk mencari jejak pelaku.
(van/van)











































