"DPR berharap ada pengaduan publik menyangkut masalah-masalah penyelundupan barang mewah. Kita akan mengecek itu di lapangan, kita ada Panja Cukai dan tentu kita akan adakan kunjungan spesifik untuk mengecek seperti apa di lapangan," tutur anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, kepada detikcom, Kamis (1/12/2011).
Pekan lalu Komisi XI DPR sudah memanggil Bea dan Cukai. Komisi XI DPR sudah meminta Bea dan Cukai untuk terus melakukan reformasi birokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisi XI DPR juga terus melakukan kunjungan spesifik ke berbagai daerah. "Kita kunjungan spesifik ke Malang ke Bea Cukai Malang, malam ini menginap di Kediri, besok bertemu Gudang Garam. Kita ingin memastikan tidak ada perusahaan besar yang menekan perusahaan kecil, kita harus menjaga keberadaan industri kecil dan menengah,"kata Ara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden LIRA Jusuf Rizal mengatakan sejak bulan April, Mei dan Juni 2011 lalu, telah terjadi 78 kali penyelundupan Moge. Akibatnya, negara ditaksir mengalami kerugian miliaran rupiah, mengingat bea masuk harga satu kontainer moge mencapai Rp 150 miliar.
Menurutnya penyelundupan moge, miras, dan handphone terus terjadi. Penyelundupan barang mewah belakangan ini semakin besar skalanya. Modus penyelundupannya, isi barang disebutkan engine sparepart namun isinya adalah moge.
(van/van)










































