"Benar akan dijadikan museum, tapi kita tunggu ganti buku (anggaran)," ujar Bupati Kukar, Rita Widyasari Syaukani kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2011).
Dengan dijadikan museum, reruntuhan jembatan ini bisa menjadi tugu peringatan bagi masyarakat Kutai Kartanegara. Selain itu, menurut Rita, pengangkatan reruntuhan jembatan Kukar dinilai tidak gampang. Arus aliran Sungai Mahakam yang deras menjadi salah satu kendalanya. Oleh karena itu, salah satu solusinya yakni dengan menjadikannya sebagai museum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada dananya. Kita memang sudah punya dana taktis yang belum sama sekali terpakai, jumlah kira Rp 2,4 miliar," tuturnya.
Sedangkan mengenai asuransi jembatan, Rita menyatakan, bahwa asuransi baru akan dibayarkan oleh Dian Mitra Tbk jika memang akhirnya terbukti tidak ada human error dalam rubuhnya jembatan tersebut. "Itu Dian Mitra Tbk, kalau penyelidikan selesai dan bukan human error, akan diganti sebesar Rp 110 miliar," terang Rita.
Sebelumnya diberitakan, saat ini tengah disiapkan rencana pembangunan jembatan pengganti yang akan dibangun 12 km dari jembatan yang ambruk itu. Pemkab Kukar telah mematok Rp 100 miliar untuk pembangunan jembatan itu. Namun sebenarnya pembangunan jembatan diprediksi akan menyerap dana hingga Rp 300 miliar. Karena itu Pemkab Kukar berharap mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat.
Jembatan Kukar atau Mahakam II dibangun pada 1996 sampai 1999 dan baru difungsikan pada tahun 2000. Ketika ujicoba, menurut Djoko, jembatan diisi penuh oleh mobil hingga bumper to bumper. Biaya yang dihabiskan sebanyak Rp 104,4 miliar dengan kontraktor PT Hutama Karya dengan pendanaan dari APBD tingkat II, sebagian kecil APBD tingkat I dan pinjaman dari pemerintah Jepang. Kabel utama seberat 580 ton dibuat di Kanada dan uji terowongan angin dilakukan di Monash University, Australia.
(nvc/vit)











































