DK PD: Nazaruddin ke Cikeas untuk Dipecat

DK PD: Nazaruddin ke Cikeas untuk Dipecat

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 19:41 WIB
DK PD: Nazaruddin ke Cikeas untuk Dipecat
Jakarta - Sebelum melarikan diri ke ke luar negeri, M Nazaruddin memang benar datang ke kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Kedatangannya ke sana untuk memenuhi panggilan Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang memintanya mundur dari posisi Bendahara Umum DPP PD terkait proses hukum kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011 di Palembang.

Demikian penjelasan anggota DK PD, EE Mangindaan, mengenai kontroversi terbaru pengakuan Nazaruddin dalam sidang perdana kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011. Mantan Bendahara Umum DPP PD ini mengaku dipanggil SBY ke Cikeas sebelum terbang ke Singapura.

"Tapi ternyata dia tetap ingin bertahan (sebagai Bendahara Umum DPP PD). Akhirnya kami (DK PD) putuskan agar dia mundur. Lebih dari itu tidak ada pembicaraan dia ke Singapura atau tidak," jelas Mangindaan.

Peristiwa pemanggilan tersebut terjadi pada 23 Mei 2011 pagi hari. Malam harinya secara resmi DK PD mengumumkan bahwa telah memutuskan untuk memecat M Nazaruddin dari jabatannya sebagai Bendahara Umum DPP PD. Tiga hari kemudian, baru terungkap bahwa bersamaan dengan pengumuman tersebut, M Nazaruddin kabur ke Singapura.

"Pasti ada yang bertanya-tanya mengapa DK mendesak dia mundur. Jawabannya adalah agar dia bisa konsentrasi dengan masalahnya (proses hukum kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games 2011)," jelas Mangindaan.

Di dalam keterangan yang disampaikan di Kantor DPP PD, Kramat, Jakarta, Kamis (1/12/2011) petang, hadir pula Amir Syamsuddin dan Jero Wacik dalam kapasitas masing-masing selaku anggota DK PD. Jero Wacik menegaskan keterangan yang DK PD sampaikan adalah untuk memberikan klarifikasi terhadap kontroversi yang terjadi dan bukan untuk mempengaruhi sidang yang sedang berlangsung.

"Ada media massa yang membuat judul seperti: Sebelum Kabur, Nazar Pamit ke Cikeas dan sebagainya. Seolah sebelum kabur minta izin dulu. Inilah yang harus kita luruskan, tidak ada yang seperti itu," tegas Jero Wacik.

"Kami juga minta agar jangan sampai konferensi pers ini berpengaruh pada persidangan Nazar," sambungnya.


(lh/lh)


Berita Terkait