Video Bos PT KAI Diprotes Penumpang Nampang di Youtube

Video Bos PT KAI Diprotes Penumpang Nampang di Youtube

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 18:13 WIB
Jakarta - Uji coba penerapan jalur melingkar atau loop line menyebabkan kacaunya perjalanan KRL Commuter Line. Puluhan penumpang KRL memprotes keterlambatan kereta ke Direktur PT KAI, Ignatius Jonan, saat ia berada di Stasiun Manggarai. Video peristiwa ini beredar di Youtube.

Dalam tayangan di Youtube itu disebutkan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (1/12/2011) pagi di Stasiun Manggarai. Dalam video itu, puluhan penumpang langsung menghampiri Jonan dan beberapa petugas PT KA yang berada di stasiun itu. Salah seorang penumpang mendekati para petugas kereta api sambil menunjuk-nunjuk jam mereka.

Tak berapa lama penumpang lainnya ikut mendekat ke arah Jonan dan petugas PT KAI lainnya. "Jam berapa keretanya kita mau kerja ini," kata salah satu penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya tidak terjadi kerusuhan akibat peristiwa ini. Para penumpang yang kesal menunggu hanya mengungkapkan kekecewaannya saja pada petugas PT KA. "Kacau semua kalau begini," kata salah seorang penumpang lainnya.

Terdapat dua video terkait protes penumpang soal kacaunya jadwal KRL. Video tersebut diunggah oleh seseorang dengan nama akun afatchur

Sebelumnya, KRL Mania menilai uji coba penerapan jalur melingkar atau loop line yang dilakukan hari ini kacau balau. Para pengguna setia KRL ini meminta agar petinggi PT KAI naik KRL setiap hari untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan.

"Uji coba hari pertama jalur melingkar kacau, pengambil kebijakan di PT KAI sebaiknya naik KRL setiap hari," kata juru bicara KRL Mania, Agam Fatchurrochman, dalam rilisnya.

Agam mengatakan, penerapan jalur melingkar menyebabkan jadwal pemberangkatan Commuter Line dari Stasiun Bekasi tak sesuai jadwal. Dua kereta yang seharusnya tersedia pada pukul 07.00-08.00 WIB di Stasiun Bekasi kenyataannya hanya tersedia satu kereta.

"Akibatnya penumpang dua KRL ditumpuk pada satu kereta sehingga menyebakan kereta penuh sesak," jelasnya.

Agam menyatakan, jumlah kereta yang melayani jalur Bogor-Tanah Abang-Kota-Jatinegara sangat kurang. Sehingga penumpang harus menunggu lama sebelum kereta datang. Menurutnya keterlambatan juga terjadi merata di hampir setiap stasiun.

(nal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads