Kelompok Pembobol Toko Emas Bertapa Sebelum Beraksi

Kelompok Pembobol Toko Emas Bertapa Sebelum Beraksi

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 17:54 WIB
Jakarta - Kelompok pembobol toko emas yang baru-baru ini ditangkap polisi, ternyata punya ritual khusus sebelum menjalankan akisinya. Ritual berupa puasa dan bertapa tersebut diyakini bisa membuat mereka tidak dapat dilihat ketika melancarkan aksinya membongkar toko emas.

"Salah satu tersangka, Adi, dia sebelum melakukan aksinya itu ritual dulu di ruangan khusus," kata Kasubdit Tahbang/Resmob Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Adapun, ritual khusus yang dilakukan Adi adalah dengan puasa mutih dan bertapa di ruangan khususnya. Di dalam ritual itu, Adi mengaku ke polisi, menyediakan sesajen khusus dan membaca mantra-mantra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia jalankan ritual itu agar bisa menghilang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit IV Subdit Tahbang/Resmob Kompol Hendri Sitepu mengatakan, Adi memiliki sejumlah benda mistik untuk melengkapi ilmu hitamnya itu.

"Dia punya 2 buah batu aji dan 2 lembar bulu ekor harimau," kata Hendri.

Adapun, ilmu hitam itu, dipelajari Adi di Banten, Jawa Barat. Ilmu hitam itu juga dia dapat agar membuat orang terkesiam.

"Sehingga, ketika orang melihat dia sedang melakukan kejahatan, orang yang lihat dia itu tidak melakukan apa pun," kata dia.

Namun, benar atau tidaknya ilmu itu, tidak ada yang mengetahui pasti. Yang pasti, meski Adi telah menjalani ritual itu, berulang kali aksi yang dia lakukan, tetap saja dia tertangkap.

"Dia sudah 9 kali ditahan. Dia melakukan aksinya sejak tahun 1997," ujar Hendri mengakhiri perbincangan.

Seperti diketahui, aparat Polda Metro Jaya menangkap 5 orang pembobol toko emas dan 2 orang penadah. Para pelaku melakukan aksinya di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Karawang dan Banten.

Polisi menyebut mereka adalah spesialis pembobol rolling door kelompok Bogor. Sasaran para pelaku, tentunya toko-toko seperti toko emas, toko komputer dan toko handphone. Aksinya ini sudah dilakukan di 8 toko dengan masing-masing kerugian rata-rata mencapai Rp 1 miliar.

Kejahatan terakhir kelompok ini dilakukan di toko emas 'Mulia' di Pasar Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tanggal 17 November 2011 lalu. Dari kelompok ini, polisi menyita 400 gram emas senilai Rp 320 juta, uang tunai Rp 4,8 juta, 7 unit laptop dan peralatan untuk melakukan aksi kejahatannya.



(mei/lh)


Berita Terkait