Pembangunan infrastruktur pariwisata di Pelabuhan Benoa termasuk dalamdaftar Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk koridor Bali-Nusa Tenggara.
"Benoa cruise masuk dalam list MP3EI untuk dikembangkan sebagai marina untuk layani cruise dan yacht," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu kepada wartawan di sela-sela rapat Tim Kerja Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara di Hotel JW Mariot, Nusa Dua, Rabu malam (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Pelindo III Benoa Iwan Sabatini menyebutkan zona marina untuk layani cruise dan yacht berukuran luas 375 x 750 meter. "Itu area kosong sehingga tidak merusak mangrove," ujarnya.
Disebutkan, kunjungan cruise ke Bali hingga November 2011 sebanyak 30 cruise. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2010 sebanyak 27 cruise dan 2009 sebanyak 15 cruise.
Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung dengan cruise, sampai November 2011 sebanyak 19.129 orang. Angka ini meningkat dibanding tahun 2010 (13.154), dan 2009 (4.896).
Namun, secara nasional jumlah kunjungan cruise pada tahun 2011 sebanyak 178 cruise, menurun dari tahun 2010 sebanyak 189 cruise dan tahun 2009 sebanyak 175. Pemerintah menargetkan, jumlah kunjungan cruise pada tahun 2012 sebanyak 215 buah.
"Keuntungan membangun zoa itu adalah akan lebih banyak cruise dan yatch yang datang. Begitu juga kunjungan wisatawan mancanegaranya," kata Mari.
Indonesia sangat menjanjikan bagi wisatawan cruise karena memiliki banyak pulau. Ciri wisatawan cruise adalah akan selalu mencari keramaian, alam dan budaya. "Semua itu kita punya," ujar Mari.
Pemerintah bakal meningkatkan promosi wisata cruise ke mancanegara, diantaranya ke Miami. Dana promosi cruise sekitar 4 miliar per tahun.
(gds/anw)











































