Korban Tewas Jembatan Kukar akan Dapat Santunan Rp 25 Juta

Korban Tewas Jembatan Kukar akan Dapat Santunan Rp 25 Juta

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 17:09 WIB
Jakarta - Sabtu 26 November lalu Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) runtuh. Tak kurang dari 20 orang tewas dalam peristiwa tersebut dan beberapa orang lainnya luka-luka. Pemkab Kukar akan memberi santunan para korban.

"Kami akan menyantuni korban ambruknya jembatan yang meninggal Rp 25 juta, luka berat Rp 10 juta, luka ringan Rp 5 juta," kata Bupati Kukar Rita Widyasari Syaukani dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Dana santunan untuk para korban berasal dari asuransi. Namun Rita lupa perusahaan asuransi mana yang mengurus pembayaran tersebut. "Saya lupa. Soalnya grogi dilihatin banyak orang," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurut Rita, nilai total santunan yang disediakan untuk korban tewas Rp 12 miliar. Sejauh ini kedua puluh korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu puluhan orang mengalami luka-luka. Pencarian korban hingga kini masih dilakukan. Jika nantinya ada lagi korban tewas ditemukan akan dilakukan tes DNA karena kondisi jenazah yang pasti sudah sulit dikenali.

Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto yang mendapat informasi dari masyarakat, diperkirakan ada beberapa kendaraan yang jatuh ke sungai saat jembatan runtuh yakni 1 bus milik PT Cipta Kridatama, sebuah perusahaan batubara. Selain itu 1 trailer yang sedang mengangkut alat berat, 5 kendaraan pribadi dan 10 sepeda motor pun ikut jatuh ke sungai.

Dalam rapat tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Fardi Wajdy dan Kepala Koordinator Lalu Lintas Mabes Polri dan DPRD Kutai Kartanegara. Hadir pula para kontraktor dan konsultan pembangunan Jembatan Mahakam II Tenggarong, Kukar seperti PT Hutama Karya, PT Perentjana Djaja, PT PCI Consultant, dan PT Bukaka Teknik Utama.

Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi dari F-PD yang memimpin sidang menyatakan agenda sidang hari ini adalah mendengarkan penjelasan dari Kementerian PU dan hasil investigasi. "Kami sudah datang langsung ke lokasi, dan melihat masih ada kendala dalam evakuasi," kata Mulyadi sambil membacakan berbagai hasil analisa pakar konstruksi dari berbagi media massa.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads