"Kami akan menyantuni korban ambruknya jembatan yang meninggal Rp 25 juta, luka berat Rp 10 juta, luka ringan Rp 5 juta," kata Bupati Kukar Rita Widyasari Syaukani dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2011).
Dana santunan untuk para korban berasal dari asuransi. Namun Rita lupa perusahaan asuransi mana yang mengurus pembayaran tersebut. "Saya lupa. Soalnya grogi dilihatin banyak orang," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto yang mendapat informasi dari masyarakat, diperkirakan ada beberapa kendaraan yang jatuh ke sungai saat jembatan runtuh yakni 1 bus milik PT Cipta Kridatama, sebuah perusahaan batubara. Selain itu 1 trailer yang sedang mengangkut alat berat, 5 kendaraan pribadi dan 10 sepeda motor pun ikut jatuh ke sungai.
Dalam rapat tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Fardi Wajdy dan Kepala Koordinator Lalu Lintas Mabes Polri dan DPRD Kutai Kartanegara. Hadir pula para kontraktor dan konsultan pembangunan Jembatan Mahakam II Tenggarong, Kukar seperti PT Hutama Karya, PT Perentjana Djaja, PT PCI Consultant, dan PT Bukaka Teknik Utama.
Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi dari F-PD yang memimpin sidang menyatakan agenda sidang hari ini adalah mendengarkan penjelasan dari Kementerian PU dan hasil investigasi. "Kami sudah datang langsung ke lokasi, dan melihat masih ada kendala dalam evakuasi," kata Mulyadi sambil membacakan berbagai hasil analisa pakar konstruksi dari berbagi media massa.
(vit/nwk)