Status Papandayan Tetap Waspada

Aktivitas Menurun

Status Papandayan Tetap Waspada

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 12:30 WIB
Bandung - Aktivitas Gunung Papandayan di Garut pada Senin (19/7/2004) cenderung menurun. Kendati demikian Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung masih tetap mempertahankan status "Waspada" di gunung tersebut.Direktur DVMBG di Bandung Ir Jousana P Siagian kepada detikcom Senin siang menuturkan bahwa dari laporan di Pos Pengamatan Cisurupan, aktivitas gunung itu memang menurun. Sebelumnya, pihak DVMBG mencatat aktivitas gunung itu meningkat sejak Kamis (15/7/2004) lalu. Karenanya, DVMBG kemudian meningkatkan statusnya dari "Aktif Normal" menjadi "Waspada" atau Level Dua dan mengirimkan surat kepada Pemda Garut untuk meminta masyarakat di sekitarnya waspada. Ir Jousana mengakui bahwa kondisi Gunung Papandayan memang masih sangat fluktuatif. "Karena itu kami minta agar warga tetap waspada. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan jajaran Pemda," katanya.Pemda Kabupaten Garut untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan telah menutup sementara objek wisata yang ada di situ. Para pengunjung yang biasanya bisa mendekat hingga ke pinggir kawah, kini dilarang menuju ke sana. Menurut penuturan petugas Polsek Cisurupan, pengunjung sudah diberitahu soal penututupan sementara itu sebelum menuju ke lokasi kawah.Berdasarkan data yang masuk, aktivitas gunung yang terletak sekitar 17 kilometer arah selatan kota Garut ini dilaporkan meningkat sejak Kamis (15/7/2004) lalu. Pada hari itu terjadi gempa Vulkanik A (gempa dalam) sebanyak dua kali dan gempa Vulkanik B (gempa dangkal) sebanyak sembilan kali. Pada hari Jum'at (16/7/2004),terjadi kenaikan jumlah gempa yakni gempat Vulkanik A sebanyak tujuh kali dan gempa Vulkanik B sebanyak 50 kali. Aktivitas kegempaan ini menurun pada hari Sabtu (17/7/2004) yaitu gempa Vulkanik A sebanyak dua kali dan gempa Vulkanik B sebanyak 21 kali. Hari Minggu (18/7/2004) dilaporkan hingga pukul 17.15 WIB tercatat jumlah gempa juga menurundrastis menjadi Vulkanik A sebanyak satu kali dan gempa Vulkanik B sebanyak delapan kali.Dari Garut juga diperoleh informasi bahwa 4 kecamatan yang ada di sekitar gunung itu sudah disiagakan. Empat kecamatan itu adalah Cisurupan, Sukaresmi, Bayongbong dan Pamulihan. Para camat itu dikabarkan sudah dipanggil oleh Sekda Garut untuk melakukan koordinasi.Aktivitas terakhir gunung ini terjadi pada tanggal 11 Nopember 2002 lalu. Saat itu ribuan pengungsi yang datang dari lima desa yakni Desa Sirnajaya, Cipaganti,Pakuwon, Sirnagalih dan Pangauban ditampung di Mesjid Agung Cisurupan, GOR PGRI Cisurupan, Pusat Sanggar Petirahan Anak, SMUN Bayongbong, Balai Desa Kramat Wangi, Cidatar, Cikajang, Patrol dan Cirandog. Saat itu, jumlah sawah yang rusak 43,7 hektar, sawah kering yang rusak 660 hektar, pengairan teknis yang rusak 2.150 hektar, kebun sayuran rusak 11,7 hektar, kebun buah-buahan 10 hektar, kebun teh 200 hektar, rumah yang rusak berat 27 buah, jembatan rusak dua buah, satu buah mesjid dan sebuah ponpes. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads