Ini Dia Cara Pembobol Toko Emas di Sunter Survei Lokasi

Ini Dia Cara Pembobol Toko Emas di Sunter Survei Lokasi

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 16:27 WIB
 Ini Dia Cara Pembobol Toko Emas di Sunter Survei Lokasi
Jakarta - Bagaimana cara pembobol emas toko emas di Pasar Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mensurvei lokasi agar terhindar dari pemeriksaan satpam? Ternyata, pembobol berpura-pura menjadi wartawan.

"Melakukan orientasi medan dengan bertindak seolah-olah sebagai wartawan," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum AKBP Nico Afinta dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Lima pelaku pembobolan, masing-masing berinisial WW, ROS alias Adi alias Iwan, YP (Yopie Sabata), AD dan CR alias Dede. Selain menangkap 5 pelaku pembobol, polisi juga menangkap 2 penadah masing-masing berinisial JM dan IBR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu tersangka, Adi, dia adalah residivis. Dia sudah 9 kali ditahan," katanya.

Para pelaku ditangkap di Leuwiliang, Bogor, Bekasi dan Jakarta pada tanggal 28 November 2011. Dari para pelaku, polisi menyita 400 gram emas batangan, uang tunai Rp 4,8 juta, 15 buah tempat gelang, 80 buah tempat cincin, 2 unit BlackBerry dan 7 unit laptop serta alat-alat kejahatan seperti linggis, gunting behel dan satu set kunci leter T.

"Emas batangan itu nilainya Rp 320 juta," katanya.

Nico mengatakan, setidaknya mereka telah melakukan aksi pembobolan di 8 toko emas di Pasar Klender, Jakarta Timur, di Pasar Bekasi, di Pasar Kranji Bekasi, Pasar Sunter dan Pasar Serang, Pandeglang, Banten.

"Mereka juga melakukan pembobolan di toko komputer di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara dan toko handphone di Cakung, Jakarta Timur," katanya.

Dari satu toko emas, kerugian rata-rata minimal Rp 1 miliar. Sehingga bila total aksi mereka sebanyak 8 kali, maka kerugian sudah mencapai Rp 8 miliar.

Mereka adalah pelaku spesialis penjebol rolling door Kelompok Bogor. Dalam aksinya, mereka membobol toko dengan menggunakan peralatan khusus.

"Seperti kunci khusus pembobol rolling door dan linggis," katanya.

Sementara itu, Kepala Subdit Tahbang/Resmob Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan mengatakan, para pelaku ini melakukan aksinya pada malam hari hingga menjelang subuh.

"Sebelumnya, mereka survei sasaran terlebih dulu yang akan mereka jadikan target," kata Herry.

Seorang pelaku bernama Yopie adalah yang bertugas mensurvei lokasi. Dengan berbekal kartu pers, Yopie mendatangi lokasi dan berpura-pura melakukan peliputan.

"Dia pura-pura mau meliput berita, padahal dia menggambar peta lokasi," kata Herry.

Herry mengungkapkan, Yopie mengaku sebagai wartawan dari Warta5. Kartu pers itu telah dia gunakan beberapa kali.

"Sehingga kalau ditanya-tanya satpam, dia terhindar dari pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Herry.

Setelah peta lokasi didapat, malam harinya kelompok ini melancarkan aksinya. Mereka ke lokasi menggunakan mobil Toyota Yarris. Setelah mendapatkan hasil curian, kelompok ini kemudian menjual emas tersebut ke penadah dengan sebelumnya melebur emas yang sudah jadi perhiasan menjadi emas batangan.

"Dileburnya di Leuwiliang, Bogor," ucap Herry.

Sementara Yopie, saat ditanya di mana kantor Warta5, Yopie menjawab "Di Bekasi,". Padahal, pada kartu pers, tertulis alamatnya yakni di Jl Walang Baru, Jakarta Utara.

Yopie sendiri saat ditanya mengenai profesinya itu, menjawab sekenanya. "Saya baru jadi wartawan," kata Yopie saat ditanya apakah ia bisa membuat berita.

Namun, kemudian, ia menjawab lagi. "Saya cuma pengantar koran," jawab Yopie.




(mei/nik)


Berita Terkait