Kapolri Didesak Segera Tuntaskan Kasus Gereja Efatha
Senin, 19 Jul 2004 12:21 WIB
Palu - Tewasnya pendeta Susianti Tinulele, masih sulit diterima pihak keluarga. Dengan sedikit emosional, mereka mendesak Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar segera menuntaskan kasus ini.Desakan itu diterima Kapolri saat berkunjung ke rumah korban, Jl. Lembu, Palu Selatan, Senin (19/7/2004). Desakan itu disampaikan salah seorang keluarga korban saat Da'i hendak melanjutkan perjalanannya."Kapolri jangan hanya janji, kasus ini harus dituntaskan. Kami semua di sini ingin kedamaian," ujarnya. Da'i sendiri hanya terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.KritisUsai melayat Susianti Tinulele, Kapolri kemudian berkunjung ke RS Budi Agung dan RS Bala Keselamatan. Di kedua RS ini, sejumlah korban luka menjalani perawatan.Salah satu di antara mereka, yakni Desrianti (18), mengalami luka yang paling parah. Sebuah peluru menghantam mata kirinya hingga tembus ke pelipis. Kondisi siswi sebuah SMA itu saat ini masih kritis.Korban luka lainnya adalah Farid Melingko (15), luka tembak di pinggul tembus perut, Krismedianto luka tembak di lutut kiri, dan Lustiani Ampu, yang mengalami luka di paha kiri.Sementara itu dalam penjelasannya di Mapolda Sulteng, Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, AKBP Viktor D Batara, mengatakan, polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya, 9 selongsong dan beberapa butir peluru aktif kaliber 5,56 mm.
(djo/)











































