"Lompatan skor Indonesia dari 2,8 pada tahun 2010 dan 3,0 tahun 2011 bukanlah pencapaian yang signifikan," ujar Ketua Transparency International Indonesia, Natalia Subagyo, dalam konferensi pers 'Corruption Perception Index 2011' di Graha CIMB, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (1/12/2011).
Hasil survei tersebut berdasarkan penggabungan hasil 17 survei yang dilakukan lembaga-lembaga internasional pada tahun 2011. Rentang indeks berdasarkan angka 0-10, angka 0 berarti dipersepsikan sangat korup, dalam hal ini Somalia, Afghanistan, Myanmar, Korea Utara, Uzbekistan memperoleh urutan terbawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ASEAN TI, mencatat Singapura sebagai negara yang memiliki skor CPI tertinggi dengan skor 9,2 . Disusul Brunei Darussalam 5,2. Malaysia 4,3. Thailand 3,4. Indonesia 3,0. Vietnam 2,9. Filipina 2,6. Laos 2,2. Kamboja 2,1. Myanmar 1,5.
Dengan Demikian, lanjut Natalia, TI mendesak agar pemerintah melakukan reformasi birokrasi yang menyeluruh. Ia juga menuntut perbaikan pada institusi penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, kejaksaan dan lembaga pengadilan.
"Kita juga minta penegakkan hukum yang keras terhadap mafia hukum dan pejabat publik tingkat tinggi yang terlibat korupsi," tegasnya.
(gah/ndr)










































