"Dua hari lalu, kondisinya baru 70 persen. Tapi sekarang kondisinya sudah 75 persen. Apa hasilnya, bukan saya nggak mau ungkapkan. Tapi nggak boleh. Karena itu akan kami berikan ke DPR dulu," kata Hadi Purnomo di Mataram, Kamis (1/12/2011).
Hadi Purnomo datang ke Mataram meresmikan penggunaan gedung milik BPK Perwakilan NTB. Di sela peresmian juga ditandatangani kesepahaman antara BPK dengan bupati dan walikota se-NTB terkait laporan pemeriksaan keuangan pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa pastikan tanggal. Insya Allah. Pokoknya Desember ini kami serahkan ke DPR," kata Hadi saat ditanya apakah hasil audit forensik bisa rampung sebelum 17 Desember 2011, batas akhir tugas Tim Pengawas Century DPR.
Hadi memastikan hasil audit forensik BPK tak akan menyimpang dengan laporan hasil pemeriksaan yang telah diserahkan BPK ke DPR pada 2008 lalu. Saat itu, BPK menemukan sembilan dugaan pelanggaran hukum dalam bailout Bank Century.
"Hasil yang akan diserahkan ke DPR nanti kan semua tergantung fakta. Yang kita lakukan saat ini menelisik aliran dana. Untuk laporan Bank Century, BPK tetap pada pendirian awal, sesuai hasil investigasi yang kita lakukan sebelumnya dengan sembilan temuan utamanya," kata Hadi.
Hasil audit forensik BPK inilah yang ditunggu-tunggu Timwas DPR soal Bank Century. Hasil audit diharapkan bisa memperlancar proses hukum kasus yang menyedot uang negara Rp 6,7 triliun itu. Hingga kini, proses hukum Century, khususnya di KPK, masih belum menunjukkan perkembangan berarti.
(anw/anw)










































