Demikian disampaikan Presiden Jerman, Christian Wulff, dalam keterangan pers bersama Presiden SBY seusai pertemuan mereka. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (1/12/2011).
"Saya ingin hubungan muslim Jerman dengan Indonesia. Islam bagian dari Jerman. Saya mengusulkan ada forum yang bisa memberikan masukan ke kita. Kelompok penasehat itu bisa diduduki orang-orang di luar politik," ujar Presiden Wulff.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan akan banyak pengusaha datang untuk berinvestasi bidang energi terbarukan. Indonesia paru-paru dunia, kami berminat agar Indonesia menjalankan pengelolaan hutan dan ekonomi yang menguntungkan," sambungnya.
Presiden SBY di dalam pidatonya, menyatakan keinginan Indonesia ingin meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dan riset dengan Jerman yang dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai keunggulan dalam bidang inovasi teknologi. Terutama untuk teknologi informasi, kesehatan, energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.
"Di bidang kesehatan kita perlu bekerjasama. Di pendidikan, kami ingin kerjasama, kami membutuhkan ribuan engineer untuk 10, 20, 30 tahun mendatang. Riset teknologi dan energi ramah lingkungan," ujar SBY.
Peningkatan hubungan ekononomi Jerman-Indonesia tentu tidak luput dari pembicaraan dua kepala negara. Volume perdagangan yang mencapai USD 6 miliar dan nilai investasi sebesar USD 600 miliar, menurut SBY masih bisa terus ditingkatkan di masa-masa mendatang.
"Di bidang industri pertahanan, saya mengusulkan kerjasama yang longterm," sambung SBY.
(mad/lh)











































