"Kami juga mencari dokumen-dokumen terkait pembangunan jembatan itu. Bagaimana nanti dari dokumen administrasi itu akan kita kroscek dengan bangunan fisik, pemeliharaan, pengecekan dan bagaimana perawatannya," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/12/2011).
Saud mengatakan pihaknya bekerja sama dengan ahli konstruksi dengan menggandeng tim dari ITB, ITS, pakar-pakar konstruksi lainnya untuk meneliti. Di samping itu, Polri masih fokus menyelamatkan dan melakukan proses identifikasi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya mengenai apakah ada unsur korupsi dalam pembangunan jembatan itu, Saud mengatakan pihaknya belum melangkah ke arah sana.
"Yang baru kita periksa sebagai saksi, adalah mereka yang mengetahui dan melihat serta yang berhubungan pada saat jembatan itu roboh. Kemudian karyawan atau petugas yang saat ini bekerja di sana," ungkapnya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan polisi sudah memeriksa 17 saksi. Mereka yang diperiksa di antara dari masyarakat sekitar, perusahaan pembangun, perusahaan yang melakukan perawatan, serta pemda setempat.
"Mereka menjelaskan tentang bagaimana robohnya jembatan, bagaimana perawatan jembatan itu selama ini. Ini semua masih dalam proses penyelidikan. Substansi keterangan mereka apa, belum bisa disampaikan karena itu ranah penyelidikan," kata Boy.
Dari keterangan tersebut sudah ditemukan indikasi korupsi proyek Jembatan Kukar? "Masih jauh. Masih sibuk mencari korban atau menyelamatkan yang terluka. Untuk ke arah sana, kita butuh proses yang panjang," paparnya.
(mpr/vit)











































