Evaluasi Bersama KPK, Gubernur Jateng Curhat tentang Pejabat dan Penjara

Evaluasi Bersama KPK, Gubernur Jateng Curhat tentang Pejabat dan Penjara

- detikNews
Kamis, 01 Des 2011 11:56 WIB
Evaluasi Bersama KPK, Gubernur Jateng Curhat tentang Pejabat dan Penjara
Semarang - Gubernur Jateng Bibit Waluyo blak-blakan saat evaluasi layanan publik bersama KPK. Ia curhat tentang kebijakan, pejabat, dan penjara.

"Jujur saja Pak Yasin (Wakil Ketua KPK), kadang kami ini seperti dijebak. Dikasih dana besar tapi waktu pemanfaatannya mepet. Lha sopo sing iso ngerjakne (Siapa yang bisa mengerjakan)," kata Bibit di kantor gubernur, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (1/12/2011).

Rapat dengan tema "Evaluasi dan Supervisi Layanan Publik di Jateng" ini dihadiri Wakil Ketua KPK M Yasin, ombudsman, kepolisian, bupati/walikota dan instansi terkait se-Jateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bibit mengaku pernah diberi dana Rp 10 miliar oleh pemerintah pusat. Waktu pemanfaatannya hanya 2 bulan. Di lain pihak, dirinya tak bisa menolak.

"Lha itu kan sama saja membuat pejabat, bupati, atau pengguna (anggaran) dipenjara," katanya lugas.

Mantan Pangkostrad ini menambahkan pernah diharuskan lelang dengan durasi hanya 3 minggu. Nilai kontraknya Rp 5 miliar. Hal ini, tentu, sedikit merepotkan.

"Kalau dananya untuk pengadaan ya gampang. Lha kalau untuk pembangunan, sulit. Yang ndak bener, harus dievaluasi," ungkapnya.

Bibit yang menerima 50 penghargaan selama 3 tahun memimpin Jateng, mengaku kecewa dengan nilai integritas layanan publik di Jateng sebagaimana hasil survei KPK. Namun ia akan berusaha memperbaiki dengan bantuan berbagai pihak.


(try/anw)


Berita Terkait