Arafat Berusaha Bujuk PM Palestina Tarik Pengunduran Diri
Senin, 19 Jul 2004 11:06 WIB
Jakarta - Presiden Palestina Yasser Arafat berusaha membujuk Perdana Menteri (PM-nya) untuk menarik keputusan pengunduran dirinya. Ini dilakukan menyusul meluasnya aksi protes atas penunjukkan keponakan Arafat sebagai kepala dinas keamanan utama Palestina.Arafat dan PM Ahmed Qorei mengadakan pertemuan selama empat jam di markas besar Arafat di kota Ramallah, Tepi Barat. Pembicaraan ini merupakan upaya menyelesaikan krisis politik yang timbul ketiak Qorei menyampaikan pengunduran dirinya, Sabtu (17/7/2004) waktu setempat.Pernyataan mundur Qorei ini disampaikan menyusul serangkaian aksi penculikan tidak terduga di Jalur Gaza oleh beberapa gerilyawan Palestina. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/7/2004).Tidak jelas apa hasil pertemuan Arafat-Qorei tersebut. Qorei sendiri tidak bersedia memberikan komentar kepada wartawan.Namun Menteri Negosiasi Palestina Saeb Erakat, yang hadir dalam pembicaraan tersebut, membenarkan bahwa Qorei masih tetap memegang jabatannya. Namun kedua orang itu belum mencapai kesepakatan."Kami melakukan pembicaraan yang sangat mendalam mengenai semua isu, bagaimana menekan kerusakan dan langkah-langkah apa yang dibutuhkan untuk memulihkan tegaknya hukum," ujar Erakat kepada AFP."President Arafat sepenuhnya menolak pengunduran diri Abu Alaa (Qorei) dan sesuai hukum, jika pemimpin Palestina menolak pengunduran diri maka pengunduran itu tidak berlaku," tandasnya.Arafat dan Qorei akan kembali mengadakan dialog pada pertemuan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada hari Senin malam nanti waktu setempat.Krisis Palestina ini kian memanas setelah beberapa aksi penculikan pejabat keamanan negeri itu dan empat warga Perancis yang bekerja sebagai pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza.
(ita/)











































