Anggota DPR RI Ngambek Tidak Ditemui Gubernur Bali
Senin, 19 Jul 2004 10:58 WIB
Denpasar -
Ngambek bukan cuma sifat anak kecil. Anggota DPR RI pun bisa berbuat demikian. Mereka ngambek karena tidak ditemui gubernur Bali.Ceritanya, 15 anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata itu. Pimpinan rombongan adalah Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Rahman Gafar. Turut serta anggotanya antara lain Patrialis Akbar, Tumbu Saraswati, Stela Pieter, dan Rusdi Zein.Mereka akan berdiskusi dengan Gubernur Bali Dewa Made Beratha tentang berbagai isu, seperti pemulihan keamanan Bali pasca bom Bali.Acara dimulai pukul 10.00 WITA di Kantor Gubenur Bali jalan Basuki Rahmat Denpasar, Senin (19/7/2004). Setelah menunggu sekitar 1 jam, gubernur tidak kunjung muncul di Wisma Sabha, ruang berlangsungnya pertemuan.Para anggota DPR RI itu hanya ditemui Wakil Gubernur Bali IGN Alit Kesuma Kelakan beserta staf. Rasa kecewa dan kesal pun menghiasi wajah para anggota DPR RI.Mereka bahkan mengancam akan batal berdiskusi jika usai pemaparan, gubernur tetap tidak bersedia bertemu. Setelah itu, mereka pun membacakan pemaparan. Usai pemaparan, sang gubernur yang dinanti-nantikan tak jua menampakkan batang hidungnya."Terima kasih Pak Wagub, mohon maaf, diskusi terpaksa kita batalkan," tukas Gafar usai pemaparan. "Sangat disayangkan, gubernur malah mementingkan ada acara lain," sesalnya.Gafar kemudian meminta persetujuan kepada rekan-rekannya. "Ada perubahan sikap dari teman-teman," tanya dia. Para anggota Komisi II DPR RI itu secara serentak menjawab, "Batalkan saja".Sambil berusaha tetap tersenyum, Gafar melanjutkan perkataannya. "Dengan segala hormat, dari FPDIP juga ngotot supaya batal. Saya tahu, saya dari F-TNI/Polri kalau ngomong seenaknya saja. Padahal gubernur dan wagub dari PDIP," sindirnya.Usai acara, Gafar memaparkan, pada 7 Juli 2004, pihaknya sudah melakukan konfirmasi mengenai kedatangan tersebut, dan sudah disetujui pihak protokol.Kan acaranya bisa dilanjutkan? tanya wartawan. "Lah wong gubernurnya nggak ada kok," ujar Gafar. Tapi kan ada wagub? desak wartawan. "Kita punya komitmen supaya gubernur yang hadir. Dia kan sebagai orang pertama yang bisa memutuskan. Kalau kita katakan A, dia (wagub) tidak bisa memutuskan A, rugi kan," tukasnya.Dia pun menyesalkan gubernur yang menghadiri acara lain. Gafar mengaku tidak tahu acara apa. Bahkan menurutnya, wagub pun tidak tahu.Gubernur akan ditegur? tanya wartawan. "Itu urusan pusat. Kami tidak punya hak untuk menegur," ujarnya. Anda kecewa? desak wartawan. "Terserah anda yang menilai," kilah Gafar.Para anggota Komisi II DPR RI itu kemudian meninggalkan ruang pertemuan. Mereka masuk ke dalam bus untuk segera berangkat menuju NTB. Sang gubernur, Dewa Made Beratha belum bisa ditemui dan belum diketahui di mana keberadaannya.
(sss/)










































