"Pansus terancam tidak bisa menyelesaikan pembahasan RUU Pemilu pada bulan Maret 2012. Ujung-ujungnya muter-muter saja di persoalan PT, alokasi kursi, mekanisme konversi suara ke kursi dan yang terbaru ada fraksi yang mengusulkan perubahan dari sistem proporsional terbuka ke tertutup," papar Wakil Ketua Pansus Revisi UU Pemilu, Arwani Thomafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011).
Menurut Arwani, perdebatan di Pansus bahkan makin panas. Draf awal yang telah disepakati di Baleg dibongkar ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap masing-masing parpol berhenti memikirkan kepentingannya masing-masing dan memikirkan kepentingan yang lebih besar sehingga menciptakan sistem pemilu yang lebih baik.
"Sampai sekarang di internal DPR masih lonjong. Ini harus selesai dulu sebelum Pansus melakukan Raker dengan Pemerintah," kata Arwani.
Arwani mengatakan lobi-lobi internal Pansus, pimpinan fraksi di DPR serta pimpinan parpol perlu diintensifkan.
"Karena RUU ini adalah inisiatif DPR, FPPP mengusulkan agar fraksi-fraksi di DPR mempunyai komitmen satu suara dulu di depan pemerintah. Ini memudahkan komitmen kita agar Pansus bisa menyelesaikan tugas tepat waktu dan cukup waktu dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu," kata dia.
(van/aan)











































