"Des Alwi adalah tokoh yang nyaris tidak punya musuh. Ia dekat dengan semua pihak. Hal yang sangat jarang dewasa ini, biasanya kalau seorang tokoh dengan tokoh tertentu, maka kelompok lain tidak suka," kata Prabowo, yang memberi sambutan memwakili sahabat dekat Des Alwi.
Hal ini dikatakan Prabowo dalam acara 'Peluncuran 2 Buku Mengenang Des Alwi' di Perpustakaan Nasional, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya kalau dekat dengan keluarga Cendana, tidak dekat dengan keluarga Soekarno. Tapi Des Alwi sangat dekat dengan keluarga Cendana, dan dengan Megawati ia dekat pula, bahkan dipanggil Om Des," terang Prabowo.
Prabowo juga mengenang Des Alwi sebagai sosok yang humoris dan punya cerita-cerita yang lucu. Prabowo mengaku masih mengingat sejumlah joke-joke yang pernah dilontarkan Des Alwi.
Dalam acara peluncuran buku ini, selain Prabowo, Emil Salim juga naik ke panggung memberi sambutan sebagai sahabat dekat. Wakil Presiden Boediono yang turut hadir tidak memberi sambutan, dan hanya hadir sebagai peserta.
Sejumlah tokoh-tokoh nasional yang datang yakni Meutia Hatta, Jimly Asshiddiqie, Ali Muchtar Ngabalin, Fadli Zon, dan sejumlah pakar sejarah.
Dua buku yang diluncurkan yakni Pertempuran Surabaya November 1945 dan Des Alwi dari Banda Naira Menjadi Indonesia. Buku yang pertama disebut adalah buku yang ditulis langsung Des Alwi saat masih hidup, sementara buku kedua adalah kumpulan testimoni sejumlah tokoh tentang kesan mereka pada anak angkat mantan Wakil Presiden M Hatta ini.
(gun/lrn)











































