Evakuasi WNI dari Yaman Masih Terkendala

Evakuasi WNI dari Yaman Masih Terkendala

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2011 14:35 WIB
Jakarta - Dua mahasiswa Indonesia tewas terkena serangan roket di Yaman. Mereka terjebak saat dua kelompok yang bertikai terlibat baku tembak di lokasi mereka belajar. Evakuasi WNI dari negara itu masih terkendala karena tersebarnya WNI di kota-kota Yaman.

"Kita sangat berduka cita atas peristiwa ini. Pada 26 November lalu KBRI kita di Sanaa menerima informasi tentang wafatnya dua warga negara kita di Yaman," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai rapat kerja dengan Komisi I DPR, Senayan, Rabu (30/11/2011).

Marty mengatakan, dua WNI itu tewas akibat baku tembak di perguruan tinggi tempat mereka belajar. Kemenlu telah menghubungi keluarga dua pelajar tersebut untuk memperoleh kepastian apakah jenazah akan dimakamkan di Indonesia atau di Yaman. "Akhirnya dipilih pemakaman di Yaman dan pemakaman sudah dilaksanakan," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marty menyatakan, sekitar 100 pelajar Indonesia tengah mengenyam pendidikan di Yaman. Menurutnya pemerintah telah melakukan proses evakuasi secara bertahap dari Yaman. "Kita berharap warga yang ada di Yaman yang membutuhkan perlindungan segera berkomunikasi sehingga proses evakuasi bisa efektif," katanya.

Marty menyatakan, salah satu kesulitan melakukan evakuasi di negara itu adalah WNI yang tersebar di berbagai kota di Yaman. Selain itu ada juga WNI yang tidak mendaftarkan diri di KBRI.

"Dua orang yang meninggal kemarin ini sepengetahuan KBRI tidak pernah mendaftarkan diri, tapi itu bukan masalah karena di mana pun WNI kita harus tetap dilindungi," sambungnya.

Korban tewas pertama diketahui bernama Abu Soleh asal Batubara, Medan. Sedangkan korban kedua bernama Abu Haidar asal Kuala Simpang Aceh.

Sementara itu ada 2 pelajar asal Indonesia yang menjadi korban luka yakni Abdul Hadi asal Medan dan Abu Yusuf asal Ambon. Keduanya hingga kini masih dirawat di Yaman. Belum bisa dipastikan bagaimana kondisi keduanya.

Sebelumnya, kantor berita Xinhua memberitakan ada serangan kelompok Syiah ke sekolah Dar al-Hadits yang dikelola oleh kaum Sunni. Sedikitnya 24 orang tewas saat terjadi baku tembak antar keduanya. Dua di antara korban diduga pelajar Indonesia.

(nal/vit)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads