Pantauan detikcom, jenazah berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan mengapung dengan jarak 200 meter dari lokasi ambruknya jembatan Mahakam sekitar pukul 13.00 WITA. Setibanya di Posko Pengendali Operasi 15 menit kemudian, jenazah itu pun kemudian dibawa ke RS AM Parikesit, Tenggarong.
"Sekarang lagi diidentifikasi tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Kaltim," kata petugas Posko Laporan Korban Nurhayati, kepada wartawan di RS AM Parikesit, Jl Imam Bonjol, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan besar akan dilakukan tes DNA," ucap Budi singkat.
Proses pencarian hari ini dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Tim penyelam menyiapkan sedikitnya 10 karung berisi pasir. Karung berisi pasir tersebut digunakan untuk lebih memastikan titik kendaraan dan jembatan yang berada di bawah permukaan air sungai.
"Kantong pasir ini, sebagai pemberat di dalam air untuk menuju titik kendaraan di bawah air sungai," kata seorang penyelam Pasukan Katak TNI AL kepada wartawan di Posko Tim Pengendali Operasi, Rabu (30/11/2011).
Larang Kapal Melintas
Di tengah proses evakuasi tim SAR, Administrator Pelabuhan Samarinda menegaskan tetap melarang kapal melintas di bawah bekas Jembatan Kutai Kartanegara. Perairan sungai yang menjadi bagian tugas pengawasan dari Administrator Pelabuhan, tetap disterilkan menyusul proses evakuasi yang tengah berlangsung.
"Semua kapal, dilarang melintas di perairan sungai ini hingga batas yang belum ditentukan. Hingga tim SAR nanti mengatakan aman untuk dilalui kapal," kata Petugas Adpel Samarinda, M Yamin, kepada detikcom sekitar Posko Tim Pengendali Operasi.
Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, telah mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.
Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga telah mengidentifikasi melalui sonar 3 dimensi, terdapat 6 titik yang diduga kuat adalah kendaraan yang tenggelam di perairan sungai.
Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.
(nwk/nwk)










































