Wakil Ketua DPR Pramono Anung berharap seleksi capim KPK benar-benar didasarkan kepada pentingnya kualitas pimpinan KPK ke depan. Meski demikian, ia tak memungkiri adanya faktor kedekatan capim dengan fraksi DPR, yang itu akan mempengaruhi pilihan fraksi dan bisa saja mengabaikan hasil fit and proper test capim KPK.
"Bahwa masing-masing fraksi punya preferensi itu kan wajar jika fraksi memilih orang yang dikenal, yang diketahui, yang secara emosional punya kedekatan-kedekatan," tutur Pramono Anung.
Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011).
Wajar saja penilaian demikian berkembang. Sebab saat fit and proper test belum berlangsung, namun sejumlah fraksi sudah menentukan pilihan.
Sebut saja Partai Demokrat yang sudah menyebut akan mengikuti rangking yang dibuat Pansel, atau PDI Perjuangan yang secara gamblang sudah memuji Aryanto Sutadi dan empat capim KPK lain andalan mereka.
Namun bagi Pramono, yang terpenting Komisi III DPR memilih pimpinan KPK yang benar-benar mampu sehingga bisa menjadikan KPK senjata ampuh untuk memberantas korupsi.
"Kalau saya yang penting, siapa yang korupsi ditindak tegas, kalau tidak menimbulkan efek jera, untuk apa? Lha wong orang korupsi malah masuk infotainment ya seneng," tandasnya.
(van/lrn)











































