Pramono: Jangan Kongkalikong dalam Tender Finger Print DPR

Pramono: Jangan Kongkalikong dalam Tender Finger Print DPR

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2011 11:15 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengharapkan tender pengadaan peralatan finger print DPR digelar terbuka. Sehingga tak ada permainan dalam pengadaan alat absen ini.

Pramono tak masalah perusahaan teman Ketua DPR Marzuki Alie mengikuti tender tersebut. Ia yakin tak akan ada perlakukan khusus terhadap salah satu perusahaan.

"Harus transparan dan terbuka jangan sampai ada perlakukan khusus untuk dimenangkan. Selama proses tender dilakukan secara terbuka walaupun ada perkenalan dengan ketua, saya yakin tidak ada ikut campur dan tender secara terbuka akan menutup peluang adanya kongkalikong," tutur Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Pramono berharap tak ada permainan dalam tender tersebut. "Makanya yang paling penting kita kan sudah online apalagi DPR sudah dinyatakan BPK sudah wajar tanpa pengecualian jangan dicederai oleh siapapun," harapnya.

Menurutnya teknologi finger print bukan teknologi yang mahal. Sehingga tak ada alasan mendongkrak harga terlalu tinggi hingga Rp 4 miliar.

"Ini adalah teknologi yang sederhana sehingga tidak ada perbedaan spek dan harga yang mencolok. Paling cuma masalah validitas saja,"terangnya.

Namun sebelum proyek direalisasikan, Pramono berharap dilakukan pengkajian ulang. Karena ada penolakan dari sejumlah fraksi.

"Beberapa fraksi termasuk FPDIP secara terbuka menolak. Alangkah baiknya meski diperlukan menertibkan anggota terlebih dahulu daripada jadi domain perselisihan di publik sebailknya dikaji mendalam dan apakah BURT memang memutuskan begitu. Kalau memang disepakati yasudah satu suara,"tutupnya.

(nal/nal)


Berita Terkait