Bantah Mirip, PKBN Merasa Dijegal PKB

Bantah Mirip, PKBN Merasa Dijegal PKB

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2011 10:35 WIB
Bantah Mirip, PKBN Merasa Dijegal PKB
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyurati Menkum HAM agar membatalkan Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) karena dinilai memiliki nama dan logo yang mirip. Ketua Umum PKBN, Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid, menilai tindakan PKB sebagai sebuah bentuk penjegalan.

"PKB pimpinan Muhaimin Iskandar belum legowo terhadap lahirnya partai baru PKBN," kata Yenny lewat rilis yang diterima detikcom, Rabu (30/11/2011).

"Praktik-praktik penjegalan maupun pemberangusan hak berpolitik adalah hal yang sangat bertentangan dengan semangat demokrasi, sekaligus merupakan pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi," tegas dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yenny menduga pelaksanaan verifikasi yang berlarut-larut dan melibatkan Komisi II DPR merupakan cara PKB menjegal PKBN dengan segala cara. "Karena itu, pihak PKBN mengirim surat kepada Kemenkum HAM untuk menjelaskan tentang ketidakmiripan PKBN dan PKB," ujarnya.

Dalam surat tertanggal 29 November 2011 yang diteken Yenny Wahid selaku ketua umum dan Ahmad Suaedy selaku sekjen, PKBN bukan saja tidak ada kemiripan dalam nama dan gambar dengan PKB melainkan juga dalam karakter berpolitik.

Dalam surat itu juga disebutkan beberapa alasan ketidakmiripan PKBN dan PKB. Bahwa PKBN merupakan singkatan dari Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara, sedangkan PKB adalah singkatan dari Partai Kebangkitan Bangsa.

"Kesamaan nama hanyalah pada kata 'Partai' dan 'Bangsa', yang tentunya tidak bisa diklaim sebagai milik PKB, karena banyak partai lain yang menggunakan kata Partai dan Bangsa, misalnya Partai Matahari Bangsa dan Partai Karya Peduli Bangsa," tutur putri Gus Dur itu.

Sedangkan lambang PKBN, lanjut Yenny, terlihat tidak mempunyai kesamaan dengan lambang PKB. Dia memaparkan, warna dasar lambang PKBN adalah hijau dan kuning, sedangkan warna dasar lambang PKB adalah hijau dan putih.

Menurut Yenny, PKBN sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari cita-cita politik KH. Abdurrahman Wahid.

"Karena itu kami berharap kepada semua pihak khususnya kepada PKB agar menghormati hak berserikat para pendukung Gus Dur untuk mendirikan sebuah partai baru agar dapat melanjutkan cita-cita perjuangan beliau," tegas Yenny.

(lrn/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads