Sesuai skenario rencana yang disusun Selssa (29/11) kemarin, rencana untuk mengangkat jembatan seberat 1.620 ton dengan menggunakan balon udara (air bag) dan menariknya dengan menggunakan tug boat, semakin dimatangkan.
Berdasar pantauan detikcom di lokasi, sedikitnya 10 tug boat yang direncanakan akan digunakan untuk menarik jembatan yang terperosok dan tenggelam di dalam Sungai Mahakam, telah berada di perairan Sungai Mahakam. Demikian halnya dengan balon udara raksasa, meski belum terlihat balon tersebut melayang di udara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo mengatakan, belum ada skenario lainnya selain melakukan skenario yang dirancang dengan menggunakan balon udara dan tug boat untuk mengangkat dan menarik jembatan.
"Yakin penyelaman berhasil sesuai dengan metode balon," kata Daryatmo kepada wartawan di Posko Tim Pengendali Operasi yang didirikan berdekatan dengan lokasi ambruk Jembatan Kutai Kartanegara, Rabu (30/11/2011).
Dengan menggunakan banyak penyelam, metode balon udara dan tug boat, Daryatmo mengaku optimistis proses evakuasi akan tuntas hari ini.
"Yang paling penting, tahapan evakuasi dijalankan sesuai dengan rencana," tutup Daryatmo.
Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11) lalu. Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, telah mengakibatkan 18 orang meninggal dunia dan telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim.
Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.
(nwk/nwk)










































