Nenden Andriyani, warga Kampung Dukuh, Jakarta Timur, menceritakan pengalaman tak mengenakkan tersebut. Kejadian berlangsung pada Minggu (27/11) sekitar sore hari.
"Dia datang pakai mobil Avanza. Ibu-ibu sama anaknya masih remaja. Penampilannya rapi dan ramah," kata Nenden kepada detikcom, Rabu (30/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya waktu itu lagi di luar kota, tapi karena mereka sudah datang. Ya sudah saya biarkan sama pembantu saya," terangnya.
Setibanya di rumah Nenden, para pencuri dan agen sempat melihat-lihat isi rumah. Selama hampir 1,5 jam, ibu dan anak tersebut berkeliling sambil menaksir harga.
Nah, di saat pembantu dan kedua agen sedang lengah, para pencuri ini beraksi. Sebuah kamera DSLR, laptop, jam tangan dan ipod pun raib.
"Mereka bilang haus minta minum, terus sama pembantu saya dikasihsaja. Terus agen saya karena bilang dia tertarik, sibuk nelepon saya. Ternyata kamera, laptop dan ipod touch di kantor saya udah hilang," jelas Nenden.
Sadar barang-barangnya hilang, Nenden pun berang. Dia meminta pihak agen mencari calon pembeli yang mengaku mendapat informasi dari iklan di koran tersebut.
Ternyata, setelah dicek, alamat dan nomor telepon yang diberikan si pencuri pun palsu.
"Agen saya sudah sumpah-sumpah. Dia juga sudah ke Pondok Indah, ternyata nggak ada. Dan nggak ada namanya Ibu Lina, HP-nya juga nggak nyala," terangnya.
Nenden pun akhirnya melapor ke Polsek Kramat Jati. Dia berharap, insiden ini tidak berulang pada korban-korban lain yang hendak menjual rumah.
"Saya baru baca tentang perampok necis kemarin. Mudah-mudahan nggak terjadi lagi," harap ibu rumah tangga ini.
(mad/vit)











































