"Tim medis mengidentifikasi 5 jenazah yang ditemukan tim SAR dari dinihari hingga pagi tadi," kata Petugas Posko Laporan Korban, Nurhayati, kepada wartawan di RS AM Parikesit, Jl Imam Bonjol, Tenggarong, Selasa (29/11/2011).
Sementara di tempat yang sama, Ketua Tim DVI Kaltim AKBP Budi Heryadi menjelaskan, tim DVI nyaris tidak dapat mengidentifikasi 5 jenazah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Budi, untuk temuan jenazah berikutnya pada hari Rabu (30/11/2011), kemungkinan besar tim DVI akan melakukan tes DNA terhadap jenazah lainnya yang temukan tim SAR.
"Karena kalau ditemukan besok Rabu besok, jenazah kuat kemungkinan akan semakin tidak normal. Jadi kemungkinan akan melakukan tes DNA terhadap jenazah," ujar Budi.
Berikut nama-nama 18 korban tewas akibat insiden ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara yang terjadi Sabtu (26/11/2011) lalu :
1. M Fariz (22) Tenggarong
2. Agus (25) Tenggarong
3. Alisyah (6 bulan) Tenggarong
4. Fadlan (17) Loa Kulu
5. M Iskandar (35) Jongkang
6. Samsul (24) Tenggarong Seberang
7. Supriyadi (31) Loa Kulu
8. Huzairi (40) Samarinda
9. Erli Erliana (39) Tenggarong
10. Alisha (9 bulan) Loa Kulu
11. Robiansyah (13) Teluk Dalam
12. Rusmini (30) ibu dari Alisyah dan Alisha, warga Tenggarong
13. Aldi (12) Loa Kulu
14. Jayus (60) Bukit Biru
15. Awang Ery (36) Tenggarong
16. Kwatilah Triwarni (24) Bukit Biru
17. Murdinono (24) Bukit Biru
18. Didik (25) Tenggarong
Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, telah mengakibatkan 18 orang meninggal dunia.
Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.
(anw/anw)










































