Hal tersebut diungkapkan pria yang akrab Ical ini, dalam pidatonya di Seminar Nasional 'Sabang-Merauke Circle Untuk Kesejahteraan Papua Yang Terabaikan' di Hotel Le Meridien, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
"Bahkan bisa kita katakan bahwa banyak tokoh kebijakan, yang hanya tahu Papua dari koran saja. Tapi mereka tidak terjun langsung ke gunung-gunung di sana," ungkap Ical dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mana ada menteri lain yang bisa foto seperti ini," ujar Ical seraya bangga.
Terkait desakkan untuk nasionalisasi PT Freeport, Ical mengatakan masalah itu tidak akan langsung menyelesaikan konflik. Ical juga mengimbau agar masyarakat jangan mengkambinghitamkan TNI-Polri.
"Bagaimana pun TNI-Polri selalu menjadi garda depan jika negara dalam ancaman," tegasnya.
Di akhir pidato, Ical juga pamer soal penyelsaian kasus blok Cepu. Menurutnya, penyelsaian Papua sebaiknya dilakukan pendekatan kesejahteraan seperti yang ia lakukan di kasus tersebut.
"Seperti yang saya lakukan ketika menyelsaikan kasus Exxon Mobile, di Blok Cepu," pamer mantan Menkokesra itu.
(nik/nik)











































