"Memang ada berbagai model, ada dengan lima jari, ada satu jari, pakai card, dengan mata dan sebagainya. Ada combine finger card, dan kamera untuk merekam. Jadi berbagai ragam yang disampaikan kepada kita disertai intregated visitor management-nya untuk evaluasi per bulan. Jadi kalau BK mau evaluasi dari mesin ini disampaikan," ujar Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
Kepala Biro Harbangin Setjen DPR Sumirat menjelaskan, anggaran yang diperlukan bervariasi, sesuai dengan spesifikasi alat yang akan dibeli. Yang paling canggih bisa dibeli seharga Rp 4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peralatan ini memang sangat canggih. Anggota DPR masuk dengan akses jari dan videonya disimpan dalam server. Sementara tamu akan mendaftarkan muka dan jari di komputer yang dijaga oleh staf khusus.
"Dilengkapi dengan parabol CCTV, server, monitor, dan sistem card yang dilengkapi PIN dan finger print itu komplet sekali," jelasnya.
Pemasangan akan difokuskan di rapat paripurna DPR. "Nantinya akan dipasang 16 unit peralatan finger print di ruang rapat paripurna. Kalau pilih sederhana ya kita pakai sederhana. Kalau yang komplet itu terintregasi penuh," tandas Sumirat.
(van/gun)











































