"Kita siap. Kita akan BKO-kan 1 Kompi Brimob dari Sulawesi Utara untuk membantu yang di Jayapura," terang Kadiv Humas Irjen Pol Saud Usman Nasution usai menghadiri acara penandatanganan MoU antara Mabes Polri dan BPKP di Gedung BPKP Jl Pramuka, Jakarta, Selasa (29/11/2011).
Lebih jauh Saud menjelaskan, saat ini sudah ada 800 personel yang memang tengah bertugas di Papua. Jumlah tersebut di luar dari jumlah personel yang ada di PT Freeport Indonesia yang berjumlah 888 personel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini dalam rangka untuk pengamanan yang ada di sana," tandas Saud.
Sebelumnya, Badan Intelejen Negara (BIN) juga telah melakukan berbagai antisipasi jelang perayaan HUT OPM dengan mengintensifkan komunikasi bersama tokoh-tokoh di Papua. BIN mengimbau agar aktivitas pada tanggal 1 Desember tak memberikan efek buruk.
"Untuk menghadapi 1 Desember BIN berusaha semaksimal mungkin membangun komunikasi dengan seluruh pihak terkait dan tokoh-tokoh adat di Papua agar tanggal itu tidak memberikan implikasi buruk," jelas Kepala BIN Marciano Norman sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I di Gedung DPR hari ini.
Marciano menambahkan komunikasi yang dilakukan dengan tokoh dan warga Papua adalah mengajak mengawasi pembangunan di Papua. Marciano mengimbau agar para tokoh dan warga Papua tak mengikuti keinginan sekelompok orang untuk merdeka. Dia mengakui banyak yang harus dibenahi di Papua.
"Kita mengajak seluruh masyarakat Papua untuk membangun Papua. Mari bersama-sama mengontrol pembangunan agar sesuai dengan rencana dan peruntukannya. Anggaran pembangunan di Papua cukup besar. Jadi mari sama-sama kita mengontrolnya," jelas dia.
(lia/nwk)











































