Abdullah Hehamahua: Kerap Ada Konflik Batin, Penyidik KPK Tak Solid

Abdullah Hehamahua: Kerap Ada Konflik Batin, Penyidik KPK Tak Solid

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2011 12:21 WIB
Abdullah Hehamahua: Kerap Ada Konflik Batin, Penyidik KPK Tak Solid
Jakarta - Calon pimpinan (capim) KPK Abdullah Hehamahua mengaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak solid. Hal itu disebabkan status para penyidik yang bukan bukan pegawai tetap dan tunduk di bawah KPK.

"Ini yang menimbulkan solidaritas di KPK tidak 100 persen," kata Abdullah Hehamahua yang juga penasihat KPK ini saat uji kepatutan dan kelayakan capim KPK di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Oleh karena status tersebut, lanjut Abdullah, jaksa dan penyidik polisi sering menderita konflik batin. Terutama dalam menangani kasus tertentu yang sekiranya rumit.

"Ada konflik batin penyidik dan jaksa, harusnya dicegah itu," ujarnya.

Menurutnya ketidakompakan terjadi saat konflik Cicak Vs buaya beberapa waktu yang lalu.

"Kasus cicak buaya yang paling saya kasihan penyidik dan jaksa KPK karena dianggap oleh instansi asalnya pengkhianatan, sementara di KPK dianggap ini (jaksa dan penyidik) orang kita apa orang sana (institusi asalnya)," cerita Abdullah.

Penasihat KPK ini sendiri kemudian mengusulkan sebuah program untuk meningkatkan tingkat solidaritas karyawan KPK. Termasuk usulan memiliki penyidik sendiri dan pembangunan gedung KPK baru.

"Perlu amandemen PP 63/2005 tentang manajemen SDM KPK. Ketika kasus cicak budaya yang saya kasihan itu teman-teman di lantai 6 dan 7 salah satu program internal saya meminta agar PP 63 itu diamandemen," imbuhnya.

(feb/ndr)


Berita Terkait