Empat mantan petinggi pertamina itu adalah Widya Purnama, Ari Hermanto, Baihaki Hakim, Arifin Nawawi. Selain keempatnya, mantan Wakil Dirut Iin Arifin Takhyan juga diperiksa. Datang secara terpisah, kelimanya sudah hadir di kantor KPK.
Berdasar informasi yang dihimpun, lima orang itu diperiksa KPK terkait pengusutan kasus Innospec. Hal ini juga dibenarkan oleh pengacara dari 5 orang itu, Dodi Abdul Kadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemeriksaan lima mantan petinggi Pertamina ini. Selama ini diketahui kasus itu berada di level penyelidikan.
Pengusutan kasus ini berawal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengajak KPK menguak kasus penyuapan pejabat migas Indonesia oleh Innospec Ltd. Perusahaan energi asal Inggris itu terbukti menyuap sejumlah mantan pejabat migas Indonesia untuk memperlancar penundaan penerapan bensin bebas timbal di Indonesia.
Pengadilan Inggris telah menjatuhkan sanksi denda hingga US$ 12,7 juta karena produsen zat tambahan bahan bakar TEL itu terbukti menyuap sejumlah pejabat migas Indonesia hingga US$ 8 juta. Suap itu diberikan agar Indonesia menunda penerapan bensin bebas timbal yang mestinya
sudah dilakukan sejak tahun 1999.
(fjp/ndr)











































