Tim SAR Kembali Temukan 3 Jenazah Korban Jembatan Kukar

Tim SAR Kembali Temukan 3 Jenazah Korban Jembatan Kukar

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2011 01:18 WIB
Tim SAR Kembali Temukan 3 Jenazah Korban Jembatan Kukar
Tenggarong - Kerja keras tim SAR gabungan kembali membuahkan hasil. Tiga jenazah kembali ditemukan mengapung di perairan Sungai Mahakam, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Total, ambruknya jembatan Kutai Kartanegara menelan korban 16 orang tewas.

Pengamatan detikcom, Rabu (29/11/2011) dinihari, diangkut dengan menggunakan perahu karet, tiga jenazah tiba di Posko SAR Basarnas. Jenazah pertama tiba pukul 00.15 WITA, menyusul jenazah kedua tiba berselang 10 menit kemudian. Sementara jenazah ketiga tiba di Posko SAR pada pukul 01.05 WITA.

Usai dilakukan identifikasi awal, dua jenazah diketahui berjenis kelamin Laki-laki dan jenazah yang datang ketiga kalinya, berjenis kelamin perempuan. Kondisi ketiga jenazah terlihat sudah menggelembung, membusuk dan kulit mengelupas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua jenazah laki-laki ditemukan mengapung 100 meter dari jembatan ke arah ilir. Sedangkan yang perempuan berjarak sekitar 200 meter," kata petugas SAR kepada detikcom di Posko SAR yang berada di kawasan ambruknya jembatan, Jl Wolter Monginsidi, Tenggarong, Rabu (29/11/2011).

Ketiga jenazah dengan bau membusuk itu kemudian dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS AM Parikesit, Jl Imam Bonjol. Rencananya, ketiga jenazah itu menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim.

"Di sana (RS AM Parikesit) akan identifikasi lebih lanjut," sebut petugas SAR.

Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, belasan orang meninggal dunia.

Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.

(mok/mok)


Berita Terkait