Demikian satu dari lima butir deklarasi bersama Catholic-Muslim Forum dalam seminar yang berlangsung di Rumah Konferensi Situs Baptis Yesus di padang gurun tepi Laut Mati, Yordania, seperti disampaikan P. Markus Solo Kewuta SVD kepada detikcom, Senin (28/11/2011).
Butir berikutnya, iman adalah anugerah Allah, melaluinya (iman) manusia sadar bahwa ia diciptakan oleh Allah dan bertumbuh di dalam pengetahuan akan Dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derajad manusia yang dianugerahkan Allah harus dihormati oleh semua orang dan harus pula dilindungi di dalam atau melalui hukum.
Dalam dialog, kaum beriman harus mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas segala rahmat-Nya di dalam suasana saling menghormati, belarasa, dan dalam suatu kehidupan harmonis dengan ciptaan Tuhan.
Bertindak sebagai tuan rumah adalah Royal Ahl al-Bayt Institute for Islamic Thought, sebuah pusat kajian teologis-ilmiah tentang pemikiran-pemikiran Islam, juga bergelut dengan kajian lintas agama untuk memajukan dialog antar umat beragama, terutama antara umat Kristiani dan Muslim. Lembaga ini dikepalai oleh Pangeran Ghazi Muhammad bin Talal.
Tema yang diangkat: Reason, Faith and the Human Person (Akal Budi, Iman dan Pribadi Manusia), dihadiri oleh 24 tokoh Katolik-Roma dan 24 tokoh Muslim di seluruh dunia. Wakil-wakil setiap agama dipilih oleh masing-masing pihak secara bebas atas berbagai pertimbangan.
Pihak Muslim menghadirkan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Sedangkan Romo Markus Solo Kewuta SVD adalah satu dari 24 peserta Katolik, mewakili Pontifical Council for Interreligious Dialogue (Dewan Kepausan untuk Dialog antar umat Beragama, red), sekaligus co-organizer.
Para peserta seminar mendapat kehormatan diterima oleh Raja Yordania Abdullah II bin al-Hussein di Istana Basman di kota Amman, di mana Raja mengutarakan beberapa hal penting untuk memajukan perdamaian dan keharmonisan global, serta mendorong para peserta untuk tetap berkarya demi perdamaian antar penganut kedua agama besar ini di seluruh dunia.
Tokoh-tokoh Katolik-Roma dan Muslim seluruh dunia tetap ingin melanjutkan dialog ini sebagai sebuah jalan untuk memajukan saling pemahaman dan kebaikan bersama seluruh umat manusia, terutama mewujudnyatakan hasrat terhadap perdamaian, keadilan dan solidaritas.
Seminar di Yordania (21-23/11/2011) tersebut merupakan yang kedua sejak forum ini dibentuk (2008) sebagai tanggapan bersama Katolik dan Muslim terhadap surat pernyataan sikap ke-138 tokoh Muslim seluruh dunia terhadap Kuliah Sri Paus Benediktus di Regensburg, Jerman.
Seminar pertama digelar di Vatikan (2-4/11/2008) dengan tema "Kasih akan Allah dan Kasih akan Sesama" sebuah refleksi teologis mencari aplikasi nyata dalam relasi keseharian antara Kristiani dan Muslim.
(es/es)











































