"Bukan mengeliminir penyidik-penyidik kepolisian dan kejaksaan. Tapi agar KPK lebih kuat dengan hadirnya penyidik-penyidik di luar kepolisian dan kejaksaan," ujar Abraham.
Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan yang diajukan anggota Komisi III Saan Mustofa, saat fit and proper test capim KPK, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama juga ditanyakan oleh anggota fraksi PDIP, M Nurdin. Abraham pun menjawab dengan idenya untuk merekrut penyidik independen yang kemudian disekolahkan sehingga bisa menjadi penyidik yang baik.
โBukan mengeliminir penyidik sekarang. Kita bisa saja rekrut adik-adik lulusan fakultas hukum. Kita sekolahkan tinggi mereka ke Australia atau Amerika. Memang butuh biaya banyak. Tapi ini bisa menjadi penyegaran bagi penyidik,โ terangnya.
Dalam fit and proper test ini, Abraham juga menginginkan KPK kembali ke road map dengan mengusut kasus-kasus besar dan yang menjadi perhatian masyarakat. Sementara kasus kecil lainnya diserahkan kepada polisi dan jaksa.
โBukan bermaksud mengecilkan kasus yang kecil tapi KPK memang harus mengusut kasus korupsi yang besar dan menjadi perhatian masyarakat karena KPK diberi wewenang besar,โ jelasnya.
(feb/gun)











































