"Saya lebih percaya youtube, karena dengan youtube jutaan mata publik melihat dan suatu waktu pelaku akan tertangkap," ujar korban Har, saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/11).
Aksi kelompok pencuri berpenampilan necis dengan menggunakan batik dan membawa map, 19 Nopember 2011, terekam Closed Circuit Television (CCTV) di rumah korban di kawasan Pulomas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Video tersebut memiliki durasi 11:44 menit dan menggambarkan aksi kawanan pencuri yang diduga lebih dari 2 orang. Menurut Har, kawanan pencuri tersebut mengaku akan melakukan pengukuran ruangan di rumah korban kepada pembantu rumah.
Har sendiri mengaku mengunggah video tersebut sehari setelah kejadian yang menimpanya berdasarkan usulan teman satu kantornya.
Lalu, mengapa Har tidak segera melaporkan peristiwa yang menimpanya ke polisi agar segera diusut malah mengunggah aksi pencuri yang terekam CCTV ke Youtube?
Har menuturkan, dirinya menolak melaporkan kejadian yang menimpanya itu karena memiliki pengalaman yang dinilainya buruk saat berhubungan dengan kepolisian.
14 September 2011, ternyata kediaman Har menjadi sasaran aksi pencuri. Saar itu pencuri menyasar televisi tabung 14 inch yang ada di dalam rumah. Rumahnya saat itu dalam kondisi ditinggal pemiliknya.
"Namun saat itu pencuri gagal membawa tivi yang dicuri karena ketahuan warga," kisah Har.
Saat itu, dia melanjutkan, pihak kepolisian hendak memproses laporan aksi pencurian tersebut. Polisi meminta televisi yang sempat digondol untuk dijadikan barang bukti penyelidikan sekaligus bukti di persidangan.
"Tetapi saya menolak dan hanya memberikan rekaman CCTV. Polisi juga menolak rekaman kejadian waktu itu (14 September)," katanya.
(ahy/ndr)











































