"Saya serahkan sepenuhnya ke kepolisian untuk menyelidikinya," kata Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, kepada wartawan di kantornya, Jl Wolter Monginsidi, Tenggarong, Senin (28/11/2011).
Kepolisian telah memeriksa sedikitnya 7 saksi pasca insiden ambruknya jembatan tersebut. Menurut Rita, karyawan PT Bukaka, ikut diperiksa penyidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Rita, sebelum kejadian ambruknya jembatan tersebut, PT Bukaka merupakan kontraktor pelaksana perbaikan Jembatan Kukar.
"Dalam rencana kegiatan, tertera PT Bukaka mengerjakan item rehabilitasi jembatan dengan anggaran Rp 2,7 miliar," tambah Rita.
Rita mengaku menyimpan pertanyaan terkait pekerjaan yang dilakukan PT Bukaka, yang disebutkan akan menutup arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jembatan yang berusia baru 10 tahun itu.
"Harusnya ditutup 21 hari, sebagaimana yang direncanakan. Tapi ketika saya tanya sebelum kejadian ambruk, kenapa tidak ditutup, disebutkan itu bukan pengerjaan. Mereka (PT Bukaka) bilang baru persiapan," terangnya.
"Sejak kejadian, belum ada dari mereka (PT Bukaka) menjelaskannya ke saya. Sekali lagi, saya serahkan ke kepolisian," tutupnya.
Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Akibat dari insiden jembatan yang masih berusia 10 tahun itu, sedikitnya 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka-luka serta 33 orang dilaporkan hilang.
Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saati ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.
(anw/anw)











































