Juru bicara Ditjen Pemasyarakatan Akbar Hadi Prabowo menuturkan, kejadian ini berlangsung pada Minggu (27/11) sore. Saat itu, jumlah petugas ada 4 orang, sementara napi yang berada di dalam tahanan ada 281. Padahal kapasitas rutan hanya 150 orang.
"Seharusnya yang bertugas satu regu 5 orang. Tapi kemarin satu orang sakit, jadi tinggal 4 orang, ini menyulitkan penjagaan," kata Akbar kepada detikcom, Senin (28/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kejadian tersebut, dua orang petugas terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Keduanya menjadi korban pemukulan para napi yang menerobos keluar saat jam besuk.
"Ada pengunjung buat pengantar makanan, tapi kelemahan itu digunakan. Mereka melawan petugas, dua luka dan dirawat di rumah sakit, di tangan dan kepala," tegasnya.
Dari 30 orang napi dan tahanan yang kabur, 9 di antaranya sudah tertangkap berkat kerjasama petugas rutan dan kepolisian. Sisanya masih dalam proses pengejaran.
Akbar memastikan, antisipasi supaya kejadian ini tidak terulang akan dilakukan. Termasuk memperhatikan masalah kelebihan kapasitas rutan.
"Ini jadi kajian kita. Sehari sebelumnya Rutan Bireun sudah memindahkan 10 orang," ungkapnya.
(mad/anw)











































