Hal tersebut merujuk pada hasil kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat di Khartoum, Sudan, pada 23-24 November 2011.
"BNP2TKI mendapatkan komitmen untuk penempatan 200 tenaga ahli konstruksi, 200 insinyur guna bekerja di pabrik baja, 120 perawat rumah sakit, serta puluhan operator mesin pengolah pertanian," demikian disampaikan Jumhur dalam rilisnya kepada detikcom, Minggu (27/11/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian, Sudan dapat memberi tempat bagi perluasan penempatan TKI sektor formal," kata Jumhur.
"Ditambah lagi adanya hubungan bilateral antara Indonesia-Sudan yang telah terkalin lama dan berjalan cukup baik. Sehingga dapat memperkukuh persahabatan untuk kerjasama saling penerimaan dalam penempatan TKI formal antara Indonesia-Sudan," sambungnya.
Jumhur mengatakan, para TKI yang akan bekerja di Sudan bukan ditujukan pada pekerjaan di wilayah konflik, tetapi ditempatkan di lokasi aman sekaligus terlindungi oleh undang-undang perburuhan yang berlaku di Sudan.
"Lokasi konflik itu berada dalam jarak seribu kilometer dari Khartoum. Jadi, penempatan TKI formal sudah pasti aman dari lingkungan rawan konflik," tegasnya.
Menanggapi tawaran tersebut, BNP2TKI akan secepatnya menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut dengan para pelaku penempatan TKI formal di Indonesia. "Agar segera dilakukan realisasi untuk upaya pengiriman TKI formal ke Sudan," jelas Jumhur.
(fjp/fjp)










































