Background Gubernur DKI, Tak Relevan Dikotomi Militer-Nonmiliter

Background Gubernur DKI, Tak Relevan Dikotomi Militer-Nonmiliter

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2011 21:41 WIB
Depok -


 Anggapan bahwa lemahnya kegubernuran Fauzi Bowo dalam memimpin Ibukota selama ini kerena dia dari kalangan sipil bukan militer, ditolak dengan tegas oleh pengamat politik UI Andrinof Chaniago. Menurutnya, kesigapan, ketegasan, dan kemampuan dalam memimpin tak ada relevansinya apakah dia dari latarbelakang militer ataupun sipil.

“Terpenting adalah integritas diri, kapabilitas ataupun visioner tidaknya pribadi dari pemimpin tersebut,” tutur Andrinof Chaniago kepada detikcom di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Kota Depok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikannya seusai Pelantikan Pengurus PKB Cabang Kota Depok, Minggu (27/11/2011).

“Militer atau Nonmiliter tak dapat jadi kiraan. Toh juga, ada juga figur militer yang taktegas dan sigap mengambil keputusan strategis dan krisis,” ujar Andrinof.

Menurutnya, memilih gubernur DKI nanti haruslah dari latarbelakang militer dengan alasan demi ketegasan adalah pemikiran yang absurd. Karena ditambahkannya, berani dalam pemerintahan itu bukan bukalah berani meletuskan senjata,

”Ini bukan perang. Tetapi berani dalam mengatasi pelbagai persoalan termasuk memberantas korupsi,” tegas Andrinof yang hadir sebagai pembicara di acara PKB tersebut.

Dilanjutkan Andrinof, banyak kenyataan banyak dari figur militer ketika jadi pemimpin pemerintahan juga gagap dalam memberantas korupsi. Hal ini menurutnya, karena anggota militer lemah ketika berhadapan dengan pengusaha kaya.

”Di militer sangat jarang kita temukan yang berani dengan pengusaha yang suka menyogok untuk mendapatkan proyek. Ini dikarenakan sejak ditingkat perwira pertama sudah dimanjakan dengan fasilitas. Tak peduli uangnya dari mana. Nah yang memanjakan anggota aparat ini, ya, pengusaha kaya itu,” tutupnya.



(fjp/gah)


Berita Terkait