Kepala Misi Haji Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Akhmad Jauhari, menuturkan, sesuai standar, bila delay lebih 6 jam maka jamaah harus mendapatkan fasilitas penginapan dari maskapai penerbangan.
Penginapan yang disediakan adalah pemondokan tempat jamaah tinggal selama di Madinah. "Namun itu bisa dilakukan bila pemberitahuan delay lebih cepat, sehingga jamaah tidak perlu keluar dari penginapan lebih dulu. Jangan sampai jamaah sudah keluar, baru ada pemberitahuan," papar Jauhari di pelataran kantor Daker Madinah, Minggu (27/11/2011). Bila itu terjadi, maka jamaah harus menunggu berjam-jam di bandara. Bila balik ke penginapan, khawatir hotel telah ada yang menempati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaah yang pulang lewat AMAA Madinah sebanyak 141 kloter terdiri dari 64 ribuan jamaah. Mereka diangkut Garuda Indonesia (debarkasi JKG) dan Saudi Arabian Airlines (dekarkasi BTH, JKS dan SUB).
Pemulangan jamaah saat ini terkonsentrasi di Bandara KAIA Jeddah. Hingga Minggu pukul 10.27 WIB, sebanyak 106.585 dari 199.693 jamaah atau 53,37 persen jamaah haji Indonesia sudah kembali ke Tanah Air dengan mendarat di 12 debarkasi. Jamaah terbanyak mendarat di debarkasi SUB (Surabaya) sebesar 20.038 orang, debarkasi JKS (Bekasi/Jawa Barat) 18.816 orang, debarkasi SOC (Solo) 18.330 orang, debarkasi JKG (DKI Jakarta) 10.451 orang, serta debarkasi BTH (Batam) 7.150 orang.
Pemulangan jamaah berakhir 10 Desember. Saat ini masih puluhan ribu jamaah yang berada di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Sementara, jumlah jamaah wafat di Saudi tercatat 448 orang. Mereka terdiri dari 421 jamaah reguler dan 27 jamaah ONH Plus. (Nurul)
(nrl/fjp)










































