Mega Pernah Ingin Jadi Profesor Pertanian
Minggu, 18 Jul 2004 16:47 WIB
Subang - Presiden Megawati mengaku dulunya pernah ingin menjadi profesor di bidang pertanian. Namun, kata Mega, rupanya Tuhan berkehendak lain. Cerita ini disampaikannya dalam sebuah pidato tanpa teks pada pembukaan peringatan Tahun Padi Internasional ke-24 di Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (18/7/2004).Mega menceritakan dulu ketika masih remaja, pernah mengambil jurusn pertanian karena bercita-cita ingin menjadi profesor pertanian."Saya sering guyon sama Pak Bungaran. Saya katakan kalau dalam sejarah hidup saya tidak dibelokkan saya mungkin sudah menjadi profesor di bidang pertanian sekaligus teman sejawat Pak Bungaran," kata Mega.Tapi, lanjut Mega, rupanya begitulah jalan hidup manusia. "Kita punya cita-cita Allah lah yang memberikan maknanya maka doa yang saya panjatkan, kalau kamu hanya profesor tidak banyak orang yang kamu motivasi dan kamu bantu. Jadi lebih baik sejarah kamu saya belokkan," kata Megawati membayangkan kata-kata Tuhan."Jadi setelah saya menangis tidak jadi profesor lalu menjadi presiden RI," sambung Megawati. Megawati menambahkan, dia pernah ambil kuliah jurusan pertanian di Universitas Padjajaran karena memang punya minat kuat di bidang pertanian. Pernyataannya itu disambut tepuk tangan sekitar seribu petani yang hadir.Di tempat yang sama Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan sebelum menjelaskan panjang lebar tentang pertanian di awal kalimatnya di mengucapkan selamat dan mendoakan agar presiden Megawati terpilih lagi menjadi presiden."Saya mengucapkan selamat karena masuk pada putaran kedua dan semoga dalam memasuki putaran kedua mendapat hasil yang terbaik," kata Danny Setiawan disambut senyum Megawati yang didampingi Taufik Kiemas. Saat itu presiden juga melakukan temu wicara dengan petani. Para petani kebanyakan mengeluhkan harga pupuk yang mahal. Mereka meminta pemerintah menstabilkan harga pupuk. Atas pertanyaan itu menteri Soewandi mengatakan harga pupuk urea saat ini Rp 1050. Apabila petani membeli lebih mahal ia minta bupati karena ini bagian tangungjawabnya untuk menjaga harga tetap sama dengan harga pemerintah.
(tis/)











































