Jembatan Kukar Ambruk, Komisi V akan Panggil Menhub & Menteri PU

Jembatan Kukar Ambruk, Komisi V akan Panggil Menhub & Menteri PU

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2011 17:18 WIB
Jembatan Kukar Ambruk, Komisi V akan Panggil Menhub & Menteri PU
Jakarta - Insiden ambruknya jembatan Mahakam, Kalimantan Timur, hingga memakan korban jiwa dan luka dipertanyakan oleh anggota DPR RI. Wakil rakyat di Senayan ini akan memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan, antara lain Menhub dan Menteri PU.

"Ini menjadi perhatian kami. Karena itu, besok memanggil Menteri Perhubungan dan disusul Menteri PU, Gubernur Kaltim, kontraktor, Bupati Kutai, serta semua pihak yang bertanggung jawab," ujar Anggota Komisi V DPR RI, Imam Nahrowi kepada detikcom usai menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang, Minggu (27/11/2011).

Nahrowi mengatakan, pemanggilan ini untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya jembatan. Sebab, jembatan yang baru dibangun 10 tahun lalu itu ambruk saat dilakukan perbaikan. Komisi V akan mempertanyakan ke pihak terkait apakah dalam perbaikan ini adalah kesalahan atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita minta semua membuka file lama, apakah memang ada kesalahan," beber Nahrowi.

Lebih lanjut, Nahrowi menduga insiden ini terjadi lantaran adanya pergeseran penyangga jembatan saat dilakukan perbaikan. Namun, Nahrowi masih menunggu penyidikan yang lebih jauh dari polisi.

"Hanya itu (dugaan) sementara ada pergeseran saat service dilakukan," kata Nahrowi.

"Tapi tak menutup kemungkinan ada mark-up, contohnya besi kontruksi semestinya berdiameter 15 centi, dipasang besi ukuran 8 centimeter. Karena inilah wajah Indonesia," tambah Nahrowi.

Untuk menuntaskan penyelidikan penyebab ambruknya jembatan, Komisi V juga akan membentuk Panitia Kerja (Panja) yang akan melakukan investigasi. Bahkan, kata Nahrowi, Panja ini akan mengevaluasi kelayakan pembangunan jembatan yang ada di Indonesia.

"Semua jembatan akan kita evaluasi melalui panja. Apakah benar-benar menjamin keselamatan bagi penggunanya," terang Nahrowi. Panja ini dijadwalkan mulai bekerja pekan depan.

(fat/gun)


Berita Terkait