"Ini menjadi perhatian kami. Karena itu, besok memanggil Menteri Perhubungan dan disusul Menteri PU, Gubernur Kaltim, kontraktor, Bupati Kutai, serta semua pihak yang bertanggung jawab," ujar Anggota Komisi V DPR RI, Imam Nahrowi kepada detikcom usai menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang, Minggu (27/11/2011).
Nahrowi mengatakan, pemanggilan ini untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya jembatan. Sebab, jembatan yang baru dibangun 10 tahun lalu itu ambruk saat dilakukan perbaikan. Komisi V akan mempertanyakan ke pihak terkait apakah dalam perbaikan ini adalah kesalahan atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Nahrowi menduga insiden ini terjadi lantaran adanya pergeseran penyangga jembatan saat dilakukan perbaikan. Namun, Nahrowi masih menunggu penyidikan yang lebih jauh dari polisi.
"Hanya itu (dugaan) sementara ada pergeseran saat service dilakukan," kata Nahrowi.
"Tapi tak menutup kemungkinan ada mark-up, contohnya besi kontruksi semestinya berdiameter 15 centi, dipasang besi ukuran 8 centimeter. Karena inilah wajah Indonesia," tambah Nahrowi.
Untuk menuntaskan penyelidikan penyebab ambruknya jembatan, Komisi V juga akan membentuk Panitia Kerja (Panja) yang akan melakukan investigasi. Bahkan, kata Nahrowi, Panja ini akan mengevaluasi kelayakan pembangunan jembatan yang ada di Indonesia.
"Semua jembatan akan kita evaluasi melalui panja. Apakah benar-benar menjamin keselamatan bagi penggunanya," terang Nahrowi. Panja ini dijadwalkan mulai bekerja pekan depan.
(fat/gun)











































