Belanda Jatuh ke Tangan SBY-JK
Minggu, 18 Jul 2004 15:25 WIB
Den Haag - Duo SBY-JK merajai perolehan suara di Belanda (822). Sumber utama suara berasal dari konstituen PD dan PDS. Sedangkan Amien-Siswono yang ditopang simpatisannya dan PKS, hanya sampai runner up (480).Data total perolehan suara yang diterima detikcom dari PPLN Belanda menunjukkan, di bawah Amien-Siswono mengejar pasangan Megawati-Hasyim (451), kemudian Wiranto-Salahuddin (119) dan paling bawah sebagai jurukunci adalah Hamzah-Agum (28).Seto Roseno, anggota PPLN, saat dihubungi melalui ponsel kemarin (17/7/2004) mengaku tidak dapat bercerita banyak karena masih berada di Belgia. Komposisi akhir perolehan suara itu diperoleh dari suara di TPS ditambah suara melalui pos yang selesai dihitung 15 Juli lalu. Dari 1448 suara per pos, SBY-JK meraih 593 suara, Amien-Siswono menempel di posisi kedua (352), disusul Megawati-Hasyim (349), Wiranto-Salahuddin (95) dan sebagai penutup Hamzah-Agum (23), sebanyak 36 suara dinyatakan tidak sah.Pergerakan SuaraSementara itu sumber di KBRI mengungkapkan bahwa perolehan suara SBY-JK melejit karena sumbangan dua pilar utama, yakni konstituen Partai Demokrat (PD) dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Bahkan ada pengarahan melalui persekutuan-persekutuan untuk menyalurkan suara ke SBY-JK. "Suara yang semula masuk ke PDIP-Megawati kini lebih terorganisir dan terarah," kata dia.Jika informasi itu ditarik ke hasil pemilihan parlemen (pilpar) 5 April lalu, maka akan diperoleh hasil yang paralel. Pada pilpar, PD meraih 239 dan PDS 241. Ditambah sebagian suara yang tadinya masuk ke PDIP-Megawati, sebagian lagi tambahan dari Golkar, partai-partai kecil dan swinging votes, maka perolehan suara SBY-JK cukup logis.Sedangkan suara untuk Amien-Siswono, tak ada keraguan lagi diperoleh melalui pasokan utama dari juara pilpar PKS, PAN dan swinging votes atau pendukung Amien yang non partisan. Suara PKS pada pilpar lalu adalah 357, PAN 109. Gabungan keduanya, ditambah partai-partai kecil dan tambahan swinging votes, bisa menjelaskan perolehan total suara Amien-Siswono (480).Adapun suara untuk Megawati-Hasyim (451) kemungkinan leveransir utamanya tetap dari konstituen setia PDIP yang pada pilpar memperoleh 353 suara, ditambah massa NU-PKB yang pro Hasyim. Perolehan suara PKB sendiri pada pilpar lalu tidak signifikan, cuma 42 suara. Kemanapun larinya suara ini, tidak berpengaruh banyak.Bagaimana dengan Wiranto-Salahuddin? Pada pilpar, kendaraan utama Wiranto (Golkar) meraih 195 suara. Kini pada pilpres malah tinggal 119 suara. Kemungkinan, seperti disebut di atas, sebagian suara Golkar lari ke SBY-JK.
(es/)











































